G20 Sepakat Perkuat Basis Data UMKM
Sabtu, 5 Februari 2022 | 08:00 WIB

LINK UMKM - Presiden G20 Indonesia jalur keuangan, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan pertemuan 1st Plenary Meeting of Global Partnership for Financial Inclusion (GPFI). Dalam pertemuan tersebut, disepakati untuk memperkuat basis data Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Negara-negara anggota G20 menyatakan bahwa penguatan basis data UMKM menjadi salah satu kunci dalam mengembangkan produk dan layanan keuangan yang mudah diakses oleh UMKM. Penguatan basis data ini akan memperkuat sektor UMKM sekaligus meningkatkan inklusivitas keuangan karena terbukanya pilihan-pilihan produk dan layanan keuangan bagi UMKM.
“Pertemuan ini membahas Agenda Prioritas G20 Presidensi Indonesia 2022. Khususnya, terkait dengan peran digitalisasi dalam upaya meningkatkan inklusi keuangan dan pengambangan UMKM,” terang Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, dalam keterangan resminya, Sabtu (5/2).
Pada usualan mengenai pembiayaan UMKM, mengemukakan usulan kerangka analisis (regulatory diagnostic toolkit) terhadap Layanan Keuangan Digital. Kerangka analisis ini bertujuan untuk memperkuat akses UMKM terhadap inovasi produk dan layanan keuangan digital serta menentukan strategi yang tepat untuk memperkuat perolehan data dan informasi mengenai UMKM.
Selain itu, identifikasi pendekatan dan metode yang paling efisien juga menjadi bagian penting yang dibahas untuk melakukan harmonisasi data. Secara umum, seluruh anggota GFPO sepakat bahwa harmonisasi data sangat penting untuk pengembangan inklusi keuangan digital dan juga diyakini dapat diperluas tidak hanya untuk anggota G20, tetapi juga negara lainnya.
“Selain itu, turut mengemuka diskusi mengenai perlunya review 10 tahunan terhadap G20 High-Level Principles on Financial Consumer Protection,” papar Erwin.
Dalam pertemuan saat itu, Presidensi Indonesia bersama Italia dan Rusia diwujudkan dalam fungsi co-chairs yang memandu jalannya pertemuan.
Program kerja GFPI dibawah kepemimpinan Presidensi Indonesia 2022 selaras dengan G20 Financial Inlucion Action Plan 2022 yang mencakup empat produk utama.
RZ/MG

