Raup Untung Besar dengan Berjualan Kue Tradisional

Sabtu, 5 Mei 2018 | 17:00 WIB

Kue Kolombeng (kroniktotabuan.com)

Brilian -  Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berkembang di berbagai daerah di Tanah Air. Di Kotamobagu Provinsi Sulawesi Utara, UMKM yang telah dimulai sejak puluhan tahun lalu masih bertahan hingga sekarang.

Salah satu UMKM yang masih bertahan adalah usaha kue kolombeng yang merupakan salah satu pengenan khas Manado tempo dulu. Bentuknya seperti roti segi empat dengan cita rasa empuk saat digigit, manis dan legit. 

Salah satu pelaku usaha kue kolombeng adalah Sarija Paputungan (65). Warga Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat itu tekun menggeluti usahanya sejak 30 tahun lalu.

Alhamdulilah, sampai saat ini, usaha masih tetap jalan. Dan sekarang ini, bukan hanya kue kolombeng yang dikembangkan akan tetapi sudah ada dua jenis kue lainnya, Amandel dan Bronis,” ujar Sarija bberapa waktu lalu. 

Ibu satu anak ini mengungkapkan, dirinya tidak bekerja sendirian. Ada tiga orang yang membantunya untuk menyiapkan adonan hingga tahap pembakaran dan memasukan kue ke dalam kemasan.

“Sehari bisa bikin sepuluh bak kue kolombeng, dibantu tiga karyawan,” katanya.

Menurut Sarija seperti dilansir kroniktotabuan, bisnis kue Kolombeng cukup menjanjikan karena produksinya terus meningka. Selain itu pemesarannya telah menembus hingga ke luar daerah.

“Selain swalayan di Kotamobagu, Pemesan ada juga yang dari bandung, Bogor, Jakarta, disana banyak saudara-saudara yang ikut memasarkan kue kolombeng ini. Ada juga dari Manado hingga Gorontalo. Mereka sudah menjadi langganan kami sejak dulu,” jelanya.

Harga kue kolombeng buatan Sarija Rp10.000 per bungkus. Omzet penjualan kue Komlombong bisa mencapai Rp36 juta per bulan.

Komentar

Media Lainnya

Hi!👋
Linda (Link UMKM Digital Assistant)
Chat via WhatsApp disini !

x