Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2018 5,06 Persen
Selasa, 8 Mei 2018 | 16:00 WIB

Brilian - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2018 5,06% year on year (yoy). Angka ini lebih tinggi dibanding kuartal I-2017 sebesar 5,01% namun lebih rendah dari kuartal IV-2017 yang sebesar 5,19%.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2018 sebesar 5,06% year on year (yoy)," kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta.
Dikatakan Suhariyanto, di kuartal I-2018, harga komoditas migas dan nonmigas di pasar internasional naik baik q-t-q maupun YoY. Harga rata-rata minyak mentah dari US 52,03 Dolar AS per barel naik 24,34% menjadi US 64,7 dolar AS per barel. Selain itu harga komoditas non migas seperti hasil pertanian dan komoditas tambang juga mengalami kenaikan.
Sepanjang kuartal I-2018, inflasi 0,99% q-t-q dan secara YoY inflasi tercatat 3,4%. Nilai ekspor Indonesia q-t-q mengalami penurunan, tapi secara tahunan naik 8,78% YoY. Sedagkan nilai impor naik 20,12% YoY. sehingga menyebabkan neraca perdagangan Januari-Februari defisit.
Data BKPM menyebutkan, realisasi penanaman modal naik 11,8% YoY. Penjualan mobil naik 2,88% YoY, sementara untuk sepeda motor naik 3,99%.
Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2018 masih di bawah ekspektasi. Sebelumnya, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi bisa lebih dari 5,1 persen, namun realisasi kuartal I 2018 hanya 5,06 persen.
Belum optimalnya realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2018 bisa disebabkan beberapa faktor. Salah satunya sektor manufaktur yang berkontribusi terhadap sekitar 20 persen Pendapatan Domestik Bruto (PDB) laju pertumbuhannya hanya 4,5 % atau masih di bawah 5%. Selain itu sektor perdagangan yang menyumbang sekitar 13% terhadap PDB nasional juga hanya tumbuh 4,96%.



