Kemenkop dan UKM Dukung Wirausaha Pemula Mahasiswa

Senin, 28 Mei 2018 | 12:09 WIB

Ilustrasi kerajinan batu alam (pxhere)

Brilian - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemkop UKM) mengucurkan dana wirausaha pemula (WP) kepada 20 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Bali. Kucuran dana sebesar Rp13 juta untuk masing-masing mahasiswa itu sebagai upaya mendorong lahirnya WP.

Duapuluh mahasiswa itu mendapatkan dana WP dari Kemenkop dan UKM setelah terpilih melalui seleksi program Gerakan Mahasiswa Pengusaha (GMP). Total ada 190 mahasiswa dari 59 perguruan tinggi yang lolos seleksi sebagai penerima dana WP.

GMP menggandeng perguruan tinggi dari 9 Provinsi di Indonesia. Kesembilan provinsi adalah Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI. Yogyakarta, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan.

Dengan program ini diharapkan mahasiswa calon wirausaha dapat mengembangkan usahanya. Selama ini mereka telah merintis usaha, antara lain kerajinan batu alam, pengolahan makanan dan fashion (baju tradisional Bali).

"Melalui program WP diharapkan mereka bisa mengembangkan usahanya dan setelah lulus kuliah tidak bingung mencari kerja. Selain itu, agar dilakukan pengembangan usahanya dengan cara melakukan inovasi-inovasi sesuai selera pasar," ujar Menkop dan UKM Puspayoga.

Salah satu peserta WP adalah I Gede Indra Mahendra, mahasiswa Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali. Dia baru merintis usaha kerajinan tangan siluet.

Meski belum genap satu tahun. dia melihat bisnis yang dijalankan memiliki potensi pasar luas dan terus berkembang. Untuk membuat siluet, Indra menggunakan material sisa bangunan, seperti triplek sebagai media untuk menuangkan sketsa dari siluet yang akan dibuatnya

"Saya mengumpulkan triplek dari sisa proyek-proyek bangunan yang saya pakai sebagai wadah untuk menggambar desain atau sketsa siluet yang akan saya buat," kata Indra.

Proses kerja menghasilkan satu siluet sekitar 7 jam, karena membutuhkan detail. Media triplek yang sudah digambar dengan sketsa kemudian diarsir dengan alat solder untuk menghasikan efek siluet.

Selama ini, Indra bekerja dengan alat solder yang masih belum canggih.

"Sekarang ada alat solder yang semakin canggih, bisa membuat siluet dengan kualitas lebih baik,” ungkapnya.

Indra akan menggunakan dana WP untuk membeli alat solder guna meningkatkan kualitas produk. Saat ini, Indra mendapatkan order rata-rata 25 siluet per bulan.

Komentar

Media Lainnya

Hi!👋
Linda (Link UMKM Digital Assistant)
Chat via WhatsApp disini !

x