Saran Menristek Agar Jenang Kudus Tembus Pasar Global
Senin, 4 Juni 2018 | 13:55 WIB
Brilian - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan perlu ada standarisasi kualitas produk jenang di Kabupaten Kudus agar dapat bersaing di pasar global. Salah satunya standarisasi dalam proses pemotongan sehingga tidak ada perbedaan ukuran dan beratnya.
Mohamad Nasir mendorong proses pemotongan jenang menggunakan alat pemotong yang lebih modern .
"Hasil kunjungan kami ke Museum Jenang Mubarokfood Kudus, secara sepintas juga dijelaskan proses produksi pembuatan jenang yang merupakan makanan khas Kudus. Akan tetapi, proses pemotongan jenangnya masih dilakukan secara manual," ujarnya.
Dia mengungkapkan, untuk masa kedaluwarsa jenang yang diproduksi Mubarokfood hanya bertahan selama enam bulan. Sedangkan untuk bisa masuk ke pasar global harus bisa bertahan selama satu hingga dua tahun.
"Dengan jangka waktu yang lebih lama, tentunya ketika proses pengiriman barang ke luar negeri dengan membutuhkan waktu antara satu hingga dua bulan, tentunya barang yang diterima masih dalam kondisi segar," jelasnya.
Pemerintah lanjut dia, telah membangun Iradiator Gamma Merah Putih di Tangerang Selatan yang bisa digunakan secara bersama-sama pelaku UMKM. Dia mencontohkan rendang hanya bertahan antara 6-8 jam setelah selesai dimasak. Setelah melalui proses Irradiator Gamma selama satu jam, rendang tersebut bisa bertahan selama 18 bulan tanpa menggunakan bahan pengawet.
Dengan alat tersebut, pelaku UMKM bisa memproduksi dalam jumlah banyak tanpak khawatir dengan masa kedaluwarsa. Mereka bisa memasarkan produk dalam rentang dua hingga tiga bulan ke depan. (Ant)

