Malam Selikuran Keraton Solo Sambut Lailatul Qadar
Jumat, 8 Juni 2018 | 09:59 WIB

Brilian - Malam Selikuran merupakan tradisi Keraton Solo dalam menyambut malam Lailatul Qadar atau malam seribu bulan. Setiap memasuki malam ke-21 Ramadan, keraton melakukan kirab dengan mengarak 1000 tumpeng yang melambangkan malam seribu bulan.
Arak-arakan kirab tumpeng terdiri dari korps drumband prajurit keraton, prajurit dari delapan bergodo dan abdi dalem yang memikul tumpeng. Selain tumpeng, kirab tersebut juga mengarak lampion serta lampu ting.
Rute kirab tumpeng dimulai dari Kori Kamandungan Keraton Surakarta – Sapit Urang Barat – Jalan Pakoe Boewono (depan Masjid Agung Surakarta) – Gladag – Jalan Slamet Riyadi (melewati perempatan Nonongan, Ngarsopuro dan Ngapeman) – Sriwedari.
Jarak dari keraton ke Sriwedari sekitar tiga kilometer. Sesampainya di Sriwedari, tumpeng didoakan ulama keraton sebelum dirayah abdi dalem dan warga masyarakat.
Tumpeng ini terdiri dari nasi gurih, daging ayam, kedelai hitam, mentimun dan lalapan. Bahan untuk membuat tumpeng merupakan hasil bumi dari berbagai penjuru, mulai dari Sukoharjo, Klaten hingga Boyolali.
Kirab tumpeng merupakan tradisi leluhur sebagai bentuk rasa syukur terhadap berkah malam Lailatul Qadar. Keraton Kasunanan berusaha untuk tetap melestarikan tradisi tersebut.



