Kebijakan Antisipatif BI Hadapi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Senin, 18 Juni 2018 | 13:09 WIB

Gedung Bank Indonesia (wikimedia)

Brilian -  Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) telah menaikkan suku bunga sebanyak dua kali pada Maret dan Juni 2018. Kenaikan suku bunga The Fed menjadi 2 persen pada rapat FOMC Bank Sentral AS The Federal Reserve Juni dinilai sesuai ekspektasi pasar.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) , Mirza Adityaswara mengatakan pasar selalu bergerak beberapa pekan sebelum kenaikan suku bunga The Fed. Biasanya, tiga bulan sebelum kenaikan suku bunga The Fed, sekitar 60 persen pelaku pasar sependapat dengan perhitungan suku bunga.

"Kalau seperti kenaikan The Fed yang kemarin itu dari satu bulan lalu sudah hampir 100 persen mengatakan pasti naik. Jadi begitu naik harusnya aman-aman saja," ujarnya.

Namun, Mirza mengungkapkan terdapat perubahan pada Rapat FOMC Juni. The Fed mengonfirmasi kenaikan suku bunga menjadi empat kali tahun ini. Setelah Maret dan Juni, suku bunga Fed juga akan naik pada FOMC September dan Desember. Selain itu, The Fed menyatakan mulai tahun depan konferensi pers akan dilakukan setiap selesai rapat FOMC.

"Artinya tahun depan kenaikan suku bunga The Fed tidak harus bulan Maret, Juni, September, dan Desember tapi bisa bulan selain itu," ungkapnya.

MIrza menegaskan BI selalu melakukan kebijakan antisipatif. Dari sisi makro, BI menjaga inflasi tetap rendah. Inflasi sampai Mei 2018 yang sebesar 0,21 persen (mtm) atau 3,23 persen (yoy) dinilai terkendali.

"So far inflasi sesuai ekspektasi bahkan di bawah 3,5 persen (yoy). Sampai akhir tahun Bank Indonesia perkirakan inflasi 3,5 persen jadi kita jaga dengan baik," katanya.

Komentar

Media Lainnya

Hi!👋
Linda (Link UMKM Digital Assistant)
Chat via WhatsApp disini !

x