Pelaku UMKM dan Akademisi Diminta Berkolaborasi
Minggu, 24 Juni 2018 | 23:04 WIB

Brilian - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengingatkan kampus, khususnya jurusan ekonomi tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mempertemukan mahasiswa dengan pelaku UMKM untuk mendapatkan pengalaman. Sebaliknya, pelaku UMKM bisa belajar teori ekonomi, misalnya pembukuan dan teknik pemasaran.
"Pengusaha kecil akan mendapat manfaat ilmu. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman. Karena, walaupun sudah S1, S2, S3, belum tentu punya pengalaman seperti pengusaha kecil. Jadi bukan hanya mengajar, tetapi saling mengajar," ujarnya saat meresmikan Gedung Center of Microfinance di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan.
Gedung Center of Microfinance berfungsi untuk mengembangkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pembangunan gedung tersebut merupakan hasil kerja sama kampus Unhas dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Dikatakan Kalla, pelaku UMKM seringkali kesulitan mengembangkan usahanya karena keterbasan akses informasi. Karena itu, Kalla meminta agar pelaku UMKM dan akademisi berkolaborasi.
Pemerintah, lanjut Kalla, memberikan fasilitas KUR (kredit usaha rakyat) sebesar Rp120 triliun tiap tahun untuk pengembangan ekonomi nasional. KUR harus dikelola dengan baik agar hasilnya maksimal. Salah satu caranya dengan bekerja sama dengan perguruan tinggi.
Kalla berharap BRI melanjutkan pembangunan gedung dan program kolaborasi antara kampus dan UMKM di kota lain.
"Laba BRI sekitar Rp25 triliun setahun, (membangun gedung) Rp16 miliar kecil lah. Bikin 10 bisa, semoga nanti ada di kota-kota lain," harapnya.


