Kemenkop UKM Upayakan Jumlah Koperasi Penyalur KUR Bertambah

Jumat, 29 Juni 2018 | 22:13 WIB

Acara Kmenkop dan UKM (Foto:kemenkop)

Brilian - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) terus mengupayakan agar jumlah koperasi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) bertambah. Upaya ini untuk mempercepat penyaluran KUR di tanah air.

Saat ini baru dua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang telah disetujui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai penyalur KUR. Dua koperasi itu adalah KSP Kospin Jasa di Pekalongan Jawa Tengah dan Kopdit Obor Mas di Maumere Nusa Tenggara Timur (NTT).

Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM, Yuana Setyowati mengungkapkan pihaknya terus mendorong KSP untuk menjadi penyalur KUR. Saat ini ada sekitar 20 koperasi yang telah mengajukan ke OJK untuk menjadi penyalur KUR.

"Sebenarnya sudah ada KSP yang tinggal sedikit lagi semua persyaratannya sebagai penyalur KUR disetujui OJK, tinggal satu tahapan koperasi tersebut bisa salurkan, namun terbentur pada Non Performing Loan (NPL)-nya," ujarnya.

Persyaratan yang harus dipenuhi KSP untuk menjadi penyalur KUR adalah harus sehat dan berkinerja baik, melakukan kerja sama dengan perusahaan penjamin dalam penyaluran KUR, memiliki sistem online dengan sistem informasi kredit program, serta melakukan perjanjian dengan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Berdasarkan laporan yang diterima Deputi Bidang Pembiayaan, KSP Dana Prima di Bali sudah memenuhi semua ketentuan itu. Permasalahannya hanya belum bisa menyepakati rasio NPL untuk tahun 2018 yang ditetapkan OJK di bawah 2 persen.

Menurut Yuana pemerintah telah meningkatkan target penyaluran KUR Rp110 triliun menjadi Rp120 triliun pada 2018. Upaya ini sebagai bentuk keperpihakan kepada UMKM.

Untuk mendorong percepatan penyaluran KUR, pemerintah menambah jumlah bank penyalur, perusahaan penjamin, mengikutsertakan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), termasuk KSP sebagai penyalur KUR.

Komentar

Media Lainnya

Hi!👋
Linda (Link UMKM Digital Assistant)
Chat via WhatsApp disini !

x