4000 IKM Ditargetkan Gabung Program e-Smart
Selasa, 3 Juli 2018 | 18:00 WIB

Brilian - Kementerian Perindustrian menargetkan 4000 industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri bergabung dalam program e-Smart IKM pada 2018. Target tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 2.730 IKM.
“Kami terus memacu IKM kita agar mampu memasarkan produknya di marketplace melalui program e-Smart IKM, yang merupakan sistem basis data dengan menyajikan berupa profil, sentra, dan produk IKM,” ujar Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih.
Pemanfaatan e-Smart IKM, kata Gati, dapat memberikan jaminan terhadap produk, keamanan dan standarisasi. Sejak diluncurkan e-Smart IKM pada Januari 2017, Kemenperin telah menggandeng sejumlah marketplace dalam negeri seperti Bukalapak, Tokopedia, Blibli, Shopee dan Blanja.com.
Untuk mendukung implementasi program tersebut, Kemenperin telah menggelar workshop e-Smart IKM untuk peningkatan daya saing dan produktivitas usaha. Selain itu juga sebagai ajang sosialisai pemberian fasilitas dari Kemenperin.
“Beberapa materi yang mereka terima, misalnya informasi tentang kredit usaha rakyat (KUR), program restrukturisasi mesin dan peralatan, hak kekayaan intelektual, SNI wajib, kemasan produk, serta strategi penetapan harga,” kata Gati.
Sejauh ini nilai transaksi di e-Smart IKM tercatat lebih dari Rp601 juta. Transaksi penjualan didominasi komoditas logam, fesyen, makanan dan minuman. Komoditas logam menguasai 48,26 persen penjualan dengan nilai transaksi Rp290 juta, fesyen 30,72 persen atau Rp184 juta, serta makanan dan minuman 14,01 persen atau Rp84 juta.


