Bekraf Himpun 2,2 Juta Data Wirausaha Kreatif dengan Bisma

Rabu, 11 Juli 2018 | 23:59 WIB

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)

Brilian - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menargetkan penghimpunan data 2,2 juta pelaku usaha kreatif yang tersebar di 99 kota dan 1 kabupaten hingga 2019. Angka 2,2 juta didapat dari direktori ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS).

Nantinya seluruh data akan dihimpun dalam Bekraf Information System in Mobile (Bisma). Bisma merupakan sistem data usaha kreatif untuk memudahkan calon pembeli mendapatkan produk.

Bisma yang bisa diakses sejak Februari 2016 menjadi sarana komunikasi antarpelaku usaha ekonomi kreatif dengan Bekraf terkait program dan dukungan. Saat ini dari 8,2 juta usaha kreatif, baru sekitar 16 ribu yang tergabung di Bisma.

“Kendala utama soal Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang belum dimiliki pelaku usaha,” ujar Direktur Riset dan Pengembang Bekraf Wawan Rusiawan.

Berdasarkan data Bekraf, baru sekitar 11 persen dari seluruh usaha yang memiliki HAKI. Padahal HAKI yang akan membedakan suatu usaha masuk kategori kreatif atau bukan.

Khusus Daerah Istimewa Yogyakarta, dari 172.230 usaha kreatif yang terdata Bekraf, baru 590 yang bergabung di Bisma. Sebagian besar usaha bergerak dalam bidang fesyen, kuliner, dan kriya. 

“Tinggal bagaimana sosialisasi dan dukungan kepada pelaku-pelaku di tiga sektor besar untuk memanfaatkan Bisma. Kebanyakan memang pelaku usaha yang belum tergabung yang tidak memahami teknologi informasi,” katanya.

Deputi Pemasaran Bekraf Josua Puji Mulia Simanjuntak mengatakan, salah satu keuntungan pelaku usaha ekonomi kreatif bergabung di BISMA adalah meningkatkan nilai tambah produk mereka. Nilai tambah produk sangat penting, apapun kondisi pasar, produk itu tetap akan tetap diterima pasar dalam dan luar negeri.

Komentar

Media Lainnya

Hi!👋
Linda (Link UMKM Digital Assistant)
Chat via WhatsApp disini !

x