UMKM Tulang Punggung Perekonomian Nasional
Kamis, 12 Juli 2018 | 22:34 WIB

Brilian - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Dengan pemangkasan Pajak Penghasilan (PPh) Final dari 1 persen menjadi 0,5 persen, UMKM diharapkan bisa melakukan ekspansi.
"UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional karena 97 persen orang ada di situ," ujar Darmin.
Meski keterlibatan masyarakat dalam UMKM sangat tinggi, lanjut Darmin, namun peran UMKM dalam Produk Domestik Bruto (PDB)baru sekitar 60,3 persen. Hal ini menjadi tugas pemerintah dan koperasi untuk menaikkan peranan UMKM dalam PDB.
Menurut Darmin, tujuh provinsi berkontribusi menyumbang 80 persen dari total penerimaan PPh UMKM pada 2017. Ketujuh provinsi tersebut adalah Jakarta (Rp1.500,6 miliar) Jawa Barat (Rp775,6 miliar) Jawa Timur (Rp764,8 miliar) Jawa Tengah (Rp 510,9 miliar) Sumatera Utara (Rp333,2 miliar) Banten (Rp 331,2 miliar) Bali (Rp198,7 miliar).
Sementara untuk koperasi, Darmin menegaskan harus berkembang menjadi korporasi. Kospin Jasa merupakan salah satu koperasi yang bertransformasi menjadi badan usaha berdaya saing tinggi. Kospin Jasa merupakan koperasi pertama yang menjadi penyalur KUR serta mencatatkan anak usahanya, PT JMA Syariah di Bursa Efek Indonesia.
Kisel yang telah membuka 11 kantor wilayah dan 42 kantor cabang juga menjadi contoh koperasi modern. Omzet Kisel mencapai Rp6,4 triliun pada 2017 dan membagikan SHU Rp63,7 miliar.
Contoh lainnya adalah Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) yang berkembang menjadi lembaga multibisnis. KWSG mendirikan Pabrik Fiber Cement "Gress Board" yang telah mencatatkan pendapatan Rp2,5 triliun tahun 2017.

