UMKM Industri Kreatif Lebih Mudah Tembus Pasar Global
Rabu, 18 Juli 2018 | 10:44 WIB

Brilian - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari subsektor industri kreatif dinilai lebih mudah menembus pasar ekspor dibandingkan dengan subsektor lainnya. Data Bank Indonesia (BI) menyebutkan total UMKM di Indonesia mencapai 57,83 unit usaha di mana 28,33 juta unit bergerak di subsektor pertanian/peternakan, 16,77 juta unit perdagangan dan 8,2 juta unit industri kreatif.
“(UMKM berbasis) Ekspor, tentu saja yang telah memiliki permintaan dari pasar, dan itu terutama di sektor industri kreatif,” ujar Direktur Kepala Departemen Pengembangan UMKM BI Yunita Resmi Sari.
Dari 800 UMKM binaan BI, baru 25 persen yang mampu memasarkan produknya ke luar negeri. Angka itu didominasi kontribusi UMKM subsektor industri kreatif. Meski proporsinya kecil, UMKM berbasis industri kreatif memberi kontribusinya terhadap ekspor 15,68 persen dari total nilai ekspor nonmigas pada 2016 senilai 131,35 miliar dolar AS.
Yunita mengungkapkan kendala UMKM selain dari subsektor industri kreatif kesulitan menembus pasar global. Menurut dia, kendalanya adalah sedikitnya jumlah pelaku UMKM yang mampu mengatasi masalah permodalan, peningkatan kualitas produksi, dan penjagaan kualitas produk.
“Pelaku UMKM industri kreatif memiliki daya tahan, keuletan, dan inovasi yang sangat tinggi, (sehingga) membuat mereka lebih kompetitif menembus pasar global,” jelasnya.
Kendala itu diyakini akan bisa diatasi karena pemerintah telah menurunkan pajak penghasilan (PPh) final bagi UMKM dari 1 persen menjadi 0,5 persen. Selain itu, BI telah mewajibkan perbankan untuk menyalurkan 20 persen kredit UMKM.

