BPOM Dorong Daya Saing UMKM ke Pasar Global
Sabtu, 21 Juli 2018 | 20:34 WIB

Brilian - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendorong peningkatan daya saing usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hingga ke pasar global. Salah satunya melalui Program Terpadu Lintas Kementerian/Lembaga Pengembangan UMKM bidang Obat Tradisional Kosmetik dan Pangan yang telah diluncurkan pada 7 Mei 2018.
Hasil pengawasan Balai Besar/Balai POM (BBPOM/BPOM) tahun 2016 menunjukkan 88,40 persen industri rumah tangga pangan (IRTP) belum menerapkan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Berdasarkan hasil sampling dan hasil pengujian produk IRTP, 28.44 persen diantaranya tidak memenuhi syarat.
"Program ini menawarkan strategi yang dapat dilakukan bersama-sama dan terpadu meliputi peningkatan bidang manajemen, peningkatan kompetensi SDM/tenaga kerja, kapasitas produksi, keamanan dan kualitas produk termasuk keamanan dan desain kemasan, penetrasi pasar melalui branding/promosi produk yang dilakukan baik secara langsung maupun melalui regulasi masing-masing K/L terkait," ujar Kepala BPOM Penny K Lukito.
BPOM menetapkan 210 UMKM di 6 (enam) Provinsi sebagai terget, Keenam ptovinsi tersebut, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.
Namun setelah mengidentifikasi kendala dan kesiapan UMKM serta komitmen Pemerintah Daerah, terdapat satu provinsi yang menjadi perluasan wilayah yakni Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu ada pergantian Provinsi Sulawesi Selatan menjadi Provinsi Bali yang merupakan daerah tujuan wisata domestik dan mancanegara.


