Peran Penting Pelaku UMKM Perempuan dalam Perekonomian
Sabtu, 21 Juli 2018 | 21:50 WIB

Brilian - Potensi perempuan untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional sangat besar, terutama di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Secara kepemilikan, 51 persen jumlah usaha kecil dan 34 persen usaha menengah dimiliki perempuan.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi mengungkapkan pemberdayaan perempuan menjadi perhatian BI. Hal ini sebagai bagian dari program pengembangan UMKM serta upaya pencapaian visi BI sebagai bank sentral yang berkontribusi secara nyata terhadap perekonomian Indonesia.
"Pengusaha perempuan umumnya pengusaha kecil dan bergerak di sektor informal, sehingga turn over penjualannya lebih rendah dibandingkan pengusaha laki-laki," ujarnya.
Menurut Rosmaya, sektor UMKM merupakan sektor strategis untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan. UMKM menyerap 96,99 persen tenaga kerja dan menghasilkan 57,6 persen PDB Indonesia.
Hasil penelitian IFC 2015 menyebutkan kontribusi pelaku usaha perempuan terhadap GDP di Indonesia sebesar 9,1 persen. Sementara sumbangan pengusaha perempuan terhadap ekspor kurang dari 5 persen.
Indonesia, kata Rosmaya, harus meningkatkan peran perempuan dalam kegiatan ekonomi, khususnya sebagai negara anggota G-20 yang berkomitmen menurunkan kesenjangan tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan menjadi 25 persen hingga 2025. Perkembangan teknologi digital berpotensi memudahkan perempuan berkontribusi dalam kegiatan ekonomi.
"Mari kita tingkatkan peran perempuan terutama dalam UMKM sehingga membangun pertumbuhan perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan," kata Rosmaya.

