14 Brand Fesyen Lokal Unjuk Gigi di Singapura
Kamis, 26 Juli 2018 | 09:05 WIB

Brilian - Empatbelas brand fesyen lokal Indonesia akan memamerkan produk mode mereka pada gelaran Rising Fashion di Singapura, 1-30 Agustus 2018. Rising Fashion merupakan gelaran hasil kolaborasi Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura.
Rising Fashion adalah event dengan konsep pop up store. Awalnya penyelenggaraan kegiatan ini untuk memperingati momen 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara di kawasan ASEAN pada 2017.
Kata 'Rising' diambil dari penggabungan nama dua negara, RI untuk Republik Indonesia dan Sing yang merupakan kepanjangan Singapura. Rising Fashion tahun ini merupakan gelaran kedua yang memfasilitasi 14 brand fesyen lokal Indonesia untuk memamerkan produk mode mereka di Paragon Mall di kawasan Orchid Road.
"Singapura merupakan pusat bisnis, terutama fashion. Kami melihat ini sebagai pintu masuk fashion brand kita untuk tampil di pasar global," ujar Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Simanjuntak.
Dikatakan Joshua, fesyen merupakan salah satu sub-sektor ekonomi kreatif unggulan. Data Outlook Ekonoml Kreatif menunjukkan subsektor mode memliki nllai pendapatan negara terbesar pada 2016 sebesar Rp166 triliun atau berkontribusi 18,01 persen terhadap PDB.
“Kami optimistis melalui pembukaan gerai toko pop-up di Paragon Mall selama sebulan, 14 nama fesyen Indonesia dapat diterima pasar Singapura dan ditampilkan secara permanen,” kata Joshua.
Empatbelas 14 brand lokal Indonesia yang akan memamerkan produk mode dibagi menjadi dua gelombang. Brand Purana, Saul, Nataoka, Hunting Field, Maison Met, Pattent Goods dan Oaksva Jewellery akan memaerkan produk mode pada 1-15 Agustus 2018. Sedangkan gelombang kedua pada 16-30 Agustus 2018 akan diisi Woodka, Bermock, Danjyo Hiyoji, Alexalexa, D.Tale, Jeffry Tan dan Dinlira.

