Tips Bisnis Distro Bagi Pemula

Minggu, 29 Juli 2018 | 10:20 WIB

Ilustrasi kaos distro )Foto:flickr)

Brilian - Bisnis kaos distro tumbuh subur dengan produk kaos beragam desain. Bisnis ini bisa menjadi salah satu pilihan Anda dalam memulai sebuah usaha.

Apa saja yang harus dilakukan dalam memulai bisnis kaos distro? Berikut tips dalam merancang dan menjalankan bisnis kaos distro:

1. Ide dasar
Anda bisa memulai melakukan brainstorming ide yang menarik. Ide dasar itu untuk menjawab pertanyaan kaos seperti apa yang akan diproduksi, tema, karakter dan target pasar. Selain itu, model kaos distro yang sedang trend di pasaran bisa menjadi referensi dalam merumuskan ide.

2. Brand atau merek
Langkah selanjutnya menciptakan brand atau merek produk kaos distro Anda. Buat logo dan tagline seunik dan semenarik mungkin karena nantinya itu akan menjadi ikon produk Anda. Pilih nama merek yang mudah diingat orang. Dengan mengusung merek, produk Anda akan terasa memiliki ciri khas.

3. Tempat produksi atau konveksi
Jika tidak memiliki konveksi sendiri, sebaiknya Anda memesan kaos polos langsung dari tempat produksi atau konveksi kaos. Selain mendapatkan harga lebih murah, Anda bisa memesan kaos dalam berbagai ukuran, warna dan model.

4. Tempat sablon
Sablon adalah nyawa bisnis kaos distro. Sebagian besar pelaku bisnis distro memiliki peralatan sablon kaos sendiri. Jika Anda tidak memiliki tempat sablon sendiri, Anda bisa mencari tempat sablon yang memiliki reputasi baik dengan harga bersaing.

5. Harga produk 
Di awal memulai usaha, sebagai pemain baru sebaiknya Anda tidak mematok margin keuntungan yang terlalu besar. Jual produk Anda dengan harga bersaing atau sedikit lebih murah dari harga pasaran. Anggap saja itu sebagai biaya promosi untuk mengenalkan produk Anda. Berikan diskon dalam pembelian jumlah tertentu.

6. Penjualan
Anda dapat menjual produk ke toko atau distro kaos lain. Banyak toko atau distro kaos membutuhkan banyak barang untuk melengkapi pajangan dagangan mereka. Jika Anda ingin menjual kaos secara ritel langsung kepada konsumen, Anda bisa membuka toko di lokasi strategis, membuat toko online atau dua-duanya.

7. Promosi
Untuk mempromosikan produk Anda bisa dilakukan secara offline dan online. Cara offline misalnya dengan mempromosikan ke teman dekat hingga komunitas yang sesuai dengan target pasar Anda. Sedangkan promosi online bisa melalui media sosial dan toko online. 

Komentar

Media Lainnya

Hi!👋
Linda (Link UMKM Digital Assistant)
Chat via WhatsApp disini !

x