Industri Minuman Ringan Diprediksi Terus Tumbuh
Minggu, 29 Juli 2018 | 14:03 WIB

Brilian - Industri minuman dalam negeri pada semester I 2018 tumbuh sebesar 8,41 persen dan berkontribusi hingga 35,39 persen terhadap industri nom-migas. Industri ini tidak hanya didominasi perusahaan besar, tetapi juga sektor industri kecil dan menengah (IKM).
”Laju pertumbuhan sektor industri makanan dan minuman pada triwulan I tahun 2018 mencapai 12,70 persen dan berkontribusi hingga 35,39 persen terhadap PDB industri non-migas,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.
Menurut Airlangga, industri makanan dan minuman memiliki potensi pertumbuhan yang cukup baik. Hal ini karena dukungan sumber daya alam meimpah dan permintaan domestik yang besar.
Dia memproyeksi produk minuman ringan akan terus tumbuh. Masyarakat modern menginginkan produk minuman yang praktis dibawa, higienis, harga terjangkau dan memiliki nilai tambah.
Industri minuman ringan meliputi produsen air minum kemasan, minuman berkarbonasi, minuman teh siap saji, minuman jus dan sari buah, minuman kopi dan susu, serta minuman isotonic.
Data Kemenperin menyebutkan hingga 2016, jumlah industri minuman ringan mencapai 335 unit usaha dengan kapasitas produksi 4,7 juta ton per tahun dan menyerap 48 ribu tenaga kerja. Nilai ekspor industri minuman ringan berada di angka 83 juta dolar AS dan nilai investasi Rp12,2 triliun.
Sementara itu, Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengungkapkan industri makanan dan minuman di dalam negeri tidak hanya didominasi perusahaan besar, tetapi juga sektor IKM. IKM makanan dan minuman berkontribusi 40 persen terhadap PDB sektor IKM. Karena itu, IKM makanan dan minuman menjadi salah satu sektor prioritas dalam penerapan program e-Smart IKM menuju implementasi industri 4.0.
“Melalui program e-smart IKM, kami ajarkan mereka cara berjualan online,” kata Gati.

