Industri Kopi Tumbuh Pesat Buka Peluang Bisnis Bagi KUMKM
Senin, 6 Agustus 2018 | 09:53 WIB

Brilian - Tumbuhnya konsumsi kopi global berdampak positif bagi Indonesia sebagai negara eksportir kopi terbesar kedua di dunia. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) mendorong pembangunan industri kopi dengan melibatkan partisipasi aktif bisnis Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM).
“Saya katakan (industri kopi) sangat penting dan strategis karena kopi merupakan minuman yang diminati masyarakat di seluruh dunia,” ujar Plt Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop UKM Rosdiana V Sipayung.
Berdasarkan data International Coffee Organization (ICO), konsumsi kopi dunia pada periode 2016/2017 tumbuh 1,9 persen menjadi 157,38 juta karung. Sedangkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan ekspor kopi nasional pada 2017 tumbuh 12,56 persen menjadi 464 ribu ton dari tahun sebelumnya.
Nilai ekspor kopi Indonesia naik 17,48 persen menjadi 1,18 miliar dolar AS atau sekitar Rp15,9 triliun. Ekspor kopi Indonesia terbesar tercatat pada tahun 2013 yakni 532 ribu ton.
Pangsa pasar terbesar kopi Indonesia adalah Amerika Serikat (AS). Jumlahnya lebih dari 63 ribu ton atau sebesar 13 persen dari total ekspor kopi nasional dengan nilai 256 juta dolar AS. Selain AS, pangsa pasar kopi Indonesia adalah Malaysia, Jerman, Italia, Rusia dan Jepang.
Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu daerah penghasil Kopi Arabica dan Robusta. Perkebunan Kopi Arabica terdapat di lereng Gunung Rinjani, Lombok Timur dan Tepal, Sumbawa. Sedangkan untuk Kopi Robusta terdapat di hampir semua kabupaten seperti Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara, Dompu dan Kabupaten Bima.
Produksi kopi NTT tahun 2015 tercatat sebesar 4.762 ton. Ini menjadi potensi yang besar untuk meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat dan penyerapan tenaga kerja dalam rangka pengentasan kemiskinan.

