Gandeng Google, Kemenperin Dorong UKM Go Online
Jumat, 10 Agustus 2018 | 10:21 WIB

Brilian - Dari total 4,2 juta Usaha Kecil Menengah (UKM) di seluruh Indonesia, baru sekitar 0,4 persen yang sudah go online. Padahal dengan go online dapat memperluas pasar konsumen yang berpotensi nenaikkan omzet UKM.
“Padahal saat UKM itu go online, banyak sekali keuntungan yang mereka dapatkan, salah satunya meluasnya pasar konsumen. Pendapatan mereka juga bisa meningkat hingga 80 persen,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih.
Dikatakan Gati, Kemenperin menjalin kerja sama dengan lima marketplace yakni Tokopedia, Shopee, Blibli, Belanja.com, dan Bukalapak untuk memberikan edukasi bisnis digital kepada pelaku UKM. Dari 2.600 UKM yang difasilitasi, sekitar 4 persen berhasil menjalankan bisnis online.
Kemenperin juga bekerja sama dengan Google Indonesia. Melalui program Google Bisnisku, pelaku industri UMKM tidak hanya bisa memasarkan produknya di halaman depan pencarian Google, tetapi juga membuat website promosi. Selain itu mereka bisa mengikuti Kelas Gapura Digital dan Womenwill.
Head of Marketing Google Indonesia Veronica Utami mengatakan Google Bisnisku menawarkan empat kemudahan pelaku UKM untuk go online. Salah satunya dengan menampilkan profil bisnis pelaku UKM di Google Penelusuran dan Google Maps versi mobile dan destop. Dengan demikian usaha UKM lebih mudah diakses pasar yang lebih luas.
Google Bisnisku juga memungkinkan pelaku UKM berinteraksi langsung dengan pelanggan melalui fitur click to call. Fitur ini memungkinkan calon pembeli menghubungi nomor telepon pelaku UKM dengan sekali klik.
Selain itu, Google Bisnisku juga menyediakan data analitik yang menunjukkan profil pelanggan, misalnya asal daerah mereka. Dengan data tersebut, pelaku UKM bisa memahami dan mengenal profil pelanggan dengan lebih baik.
"(Kemudahan) keempat, bebas biaya, gratis," kata Veronica.

