4 Tips Memulai Usaha Penjualan Pupuk
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 10:06 WIB

Brilian - Pupuk merupakan kebutuhan wajib bagi kelompok masyarakat petani. Bahkan kini petani tidak hanya membutuhkan pupuk penyubur tanaman, tetapi juga pupuk penyubur bunga, pupuk untuk mempercepat proses pematangan buah dan lain-lain.
Jika wilayah tempat tinggal Anda termasuk daerah yang sebagian besar penduduknya hidup bercocok tanam, usaha penjualan pupuk dan produk penunjang oertanian bisa menjadi pilihan.
Berikut beberapa tips bagi Anda yang ingin meraup keuntungan dari bidang usaha ini:
1. Menentukan Produsen/Distributor
Ada dua pilihan yang harus Anda putuskan yakni menjadi distributor resmi atau membuka kios penjualan pupuk resmi. Jika memilih yang pertama, Anda harus menyiapkan modal besar untuk membeli stok pupuk dalam jumlah banyak, membangun gudang penyimpanan dan kendaraan untuk mendistribusikan pupuk ke agen atau kios yang menjadi mitra. Tak hanya itu, usaha Anda harus telah berbadan hukum (PT, CV, UD atau Koperasi), memiliki SIUP, memiliki jaringan pemasaran dan kantor kerja.
Jika modal Anda terbilang pas-pasan, sebaiknya Anda menjadi agen resmi dengan membuka kios atau toko penjual pupuk. Anda hanya perlu menghubungi dan menjadi mitra distributor resmi di daerah Anda. Pilih distributor yang memberikan penawaran harga murah dan masuk akal serta perhatikan juga kualitas produknya.
Lengkapi usaha anda dengan Surat Izin Usaha Perdagangan dan Surat Perjanjian Usaha dari distributor. Ini untuk meyakinkan konsumen bahwa Anda merupakan penyalur pupuk resmi.
2. Memilih Jenis Pupuk
Ada berbagai jenis pupuk dan obat tanaman yang beredar di pasaran dengan fungsi dan manfaat berbeda. Sesuaikan jenis pupuk yang akan Anda jual dengan jenis komoditi pertanian yang banyak ditanam petani. Perhatikan keaslian pupuk agar terhindar dari menjual produk palsu yang merugikan kosumen (petani).
3. Menguasai Ilmu Pertanian
Sebagai agen atau pemilik kios pupuk, Anda harus bisa memberikan informasi secara edukatif karena terkadang konsumen juga ingin mendapatkan informasi tentang produk yang dibeli.
Karena itu, Anda harus terus menambah pengetahuan tentang dunia pertanian. Dengan menguasai pengetahuan yang memadai, usaha Anda akan berkembang dan menjadi pilihan konsumen.
4. Strategi Penjualan
Strategi penjualan harus Anda pikirkan matang karena ikut menentukan perkembangan usaha ke depan. Sesuaikan strategi penjualan dengan kondisi pertanian dan daya beli di wilayah Anda. Misalnya dalam menentukan harga produk, menjual per sak atau eceran dan lain-lain. Untuk promosi, Anda bisa melakukan penawaran langsung kepada konsumen dan juga secara online.



