KUMKM Terbukti Mampu Dorong Perekonomian Jatim
Minggu, 19 Agustus 2018 | 08:59 WIB

Brilian - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menilai sektor Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) sudah berada di jalur yang tepat dalam mendorong perekonomian daerah. Sektor ini telah menunjukkan kontribusi besar bagi kemajuan perekonomian Jatim.
Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo mengungkapkan salah satu kontribusi KUMKM Jatim itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi Jatim pada semester I Tahun 2018 yang mencapai 5,57 persen dengan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) mencapai Rp544,44 triliun.
“Kondisi ini dicapai karena dukungan dari koperasi dan UMKM di Jatim. Dari 31,7 ribu koperasi yang ada di Jatim, dapat menghasilkan volume usaha sebesar Rp13,35 triliun dan SHU sebesar Rp 3,35 triliun,” ujarnya seperti dilansir jatimprov.go.id.
Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Jatim, lanjut dia, mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2012, UMKM mampu berkontribusi terhadap PDRB sebesar 54,98 persen. Dengan asumsi ceteris paribus, kontribusi UMKM terhadap PDRB Jatim pada tahun 2016 sebesar 57,52 persen.
UMKM di Jatim juga memberikan kontribusi besar terhadap realisasi penanaman modal. Hal ini ditunjukkan dari realisasi investasi Jatim pada Tahun 2017 sebesar Rp152,39 triliun. Sementara pada semester I Tahun 2018 sebesar Rp 95,95 triliun, meningkat 22,87 persen dari periode yang sama pada tahun 2017.
Dari data tersebut, pada tahun 2017 kontribusi PMDN Non Fasilitas mencapai 56,34 persen, dan pada semester I Tahun 2018 ini meningkat menjadi 74,36 persen.
"Ini menandakan UMKM mendominasi PMDN Non Fasilitas dan menjadi sumber utama pendorong pembangunan ekonomi Jatim di tengah perekonomian global yang dinamis," kata Pakde Karwo.
Berdasarkan sensus ekonomi nasional, populasi UMKM Jatim mengalami pertumbuhan signifikan, dari 6,8 juta pada yahun 2012, meningkat jadi 9,59 juta pada 2017.
“Dari 9,59 juta UMKM tersebut, sebanyak 4,61 juta UMKM di sektor non pertanian, dan 4,98 juta UMKM di pertanian” kata Pakde Karwo.
Pertumbuhan sektor koperasi dan UMKM juga berdampak positif bagi penurunan angka pengangguran dan angka kemiskinan di Jatim. Sektor tersebut mampu menyerap 18,95 juta tenaga kerja. Jika dibandingkan dengan angkatan kerja yang ada yaitu sebanyak 20,16 juta, maka lebih dari 90 persen angkatan kerja diserap UMKM.

