Kemenperin Berdayakan IKM Manfaatkan Teknologi Digital
Minggu, 26 Agustus 2018 | 14:12 WIB
Brilian - Kementerian Perindustrian berupaya memberdayakan industri kecil dan menengah (IKM) melalui pemanfaatan teknologi digital. Upaya ini guna memacu IKM nasional berperan pada penerapan Revolusi Industri 4.0 salah satunya dengan terlibat di e-commerce yang diimplementasikan dalam e-Smart IKM.
Program e-Smart IKM merupakan sistem basis data IKM nasional yang tersaji dalam bentuk profil industri, sentra, dan produk yang diintegrasikan dengan marketplace yang telah ada. Tujuannya untuk semakin meningkatkan akses pasar IKM melalui internet marketing.
Di era ekonomi, Kemenperin mendorong IKM nasional untuk aktif dalam memasarkan produknya secara online. Untuk itu, Kemenperin telah bekerja sama dengan marketplace dalam negeri, di antaranya Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, Ralali, dan Gojek Indonesia.
“Melalui berbagai kerja sama yang telah dilakukan, kami berharap, akan terjadi sinergi dalam pengembangan dan pembinaan IKM yang mengarah pada one stop solution,” ujar Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih.
Sejak diluncurkan pada 27 Januari 2017, workshop e-Smart IKM telah diikuti sebanyak 2.900 peserta dan membukukan nilai transaksi online melampaui Rp600 juta. Pada tahun 2018, ditargetkan peserta e-Smart IKM mampu bertambah menjadi 4.000 IKM dari seluruh Indonesia.
“IKM kita harus update dengan teknologi, sesuai program prioritas Making Indonesia 4.0. Untuk itu, Kemenperin berupaya melakukan edukasi pentingnya teknologi digital, manajemen keuangan yang baik, serta produk yang memenuhi standard sebagai implementasi era industri 4.0,” kata Gati.

