Ini Langkah Strategis BRI Tingkatkan Profitabilitas
Jumat, 31 Agustus 2018 | 08:09 WIB

Brilian - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (Bank BRI) telah mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga dan meningkatkan profitabilitas perseroan di tengah kondisi perekonomian yang sangat dinamis. Strategi tersebut di antaranya dengan terus menggenjot pendapatan yang bersumber dari pendapatan non bunga (fee based income) serta efisiensi bisnis proses.
Direktur Keuangan Bank BRI Haru Koesmahargyo mengungkapkan pendapatan non bunga BRI tercatat tumbuh 11,7 persen yoy pada akhir Juni 2018. Sedangkan untuk efisiensi, Bank BRI berhasil menurunkan BOPO dari 72,3 persen di semester I 2017 menjadi 70,5 persen di akhir semester I 2018.
"Angka ini lebih baik dibandingkan dengan BOPO industri perbankan yakni 79,46 persen," ujar Heru.
Efisiensi yang dilakukan Bank BRI tidak terlepas dari strategi perseroan yang telah melakukan digitalisasi pada proses bisnisnya. Pemanfaatan aplikasi BRISPOT untuk pengajuan proses kredit mikro terbukti mampu mempercepat SLA proses kredit KUR menjadi 1-2 hari saja. Hal ini secara tidak langsung meningkatkan produktivitas tenaga pemasar mikro BRI atau biasa disebut Mantri BRI.
“Mereka (Mantri BRI) mampu merealisasi rata-rata 17 paket kredit per bulan, lebih tinggi 30 persen dari target,” kata Haru.
Selain itu, keberadaan branchless banking milik BRI atau yang biasa disebut agen BRILink juga meningkatkan efisiensi perseroan. Saat ini agen BRILink berjumlah 244 ribu.
Haru menjelaskan saat ini Bank BRI merupakan bank terbesar nomor 5 di Asia Tenggara dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 27,23 miliar. Bank BRI secara konsisten memberikan keuntungan jangka panjang bagi para investornya.
"Sejak IPO di tahun 2003 hingga saat ini kenaikan harga saham BRI (biasa disebut BBRI) mencapai 32 kali lipat,” tutur Haru.
Kinerja cemerlang BBRI disokong kinerja perseroan yang positif dan selalu tumbuh setiap tahunnya. Selama 13 tahun berturut turut, Bank BRI mampu mencetak laba terbesar di industri perbankan Indonesia.
Hingga akhir Semester I 2018, laba bersih Bank BRI (bank only) tercatat sebesar Rp 14,5 triliun atau tumbuh 10,8 persen yoy. Laba bersih BRI ini mencapai 20,5 persen dari market share laba industri perbankan di Indonesia.
Selain itu, market share pinjaman dan simpanan Bank BRI di Semester I 2018 juga meningkat dibandingkan posisi yang sama tahun lalu. Tercatat, market share pinjaman BRI sebesar 15,3 persen atau tumbuh dibandingkan pada Juni 2017 sebesar 14,7 persen.



