UMKM Jadi Tulang Punggung Perekonomian Jatim
Selasa, 4 September 2018 | 11:09 WIB

Brilian - Peranan dan kontribusi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam menopang pertumbuhan perekonomian di Jawa Timur sangat besar. Karena itu, berbagai cara dilakukan Pemprov untuk menumbuhkan perekonomian lewat UMKM.
Salah satu cara yang dilakukan Pemprov adalah dengan pemberian suku bunga murah agar produksi UMKM menjadi lebih efisien sehingga dapat bersaing dengan perusahaan besar. Selain itu Pemprov juga memberikan stimulus kredit murah dengan metode loan agreement melalui perbankan
Hal itu disampaikan Gubernur Jatim Soekarwo saat menjadi keynote speaker pada acara 2018 Asia Economic Forum, The World Bank Group - Asia Competitivenes Institute (ACI), di Gedung Oei Tiong Ham Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapura, beberapa waktu lalu.
Seoekarwo menjelaskan konsep Jatimnomics menjadi ruh dari strategi pembangunan ekonomi di wilayahnya. Konsep ini digunakan untuk menumbuhkan perekonomian Jatim secara inklusif dan berkeadilan.
"Konsep ini menghadirkan kebijakan yang adil dan tepat untuk melayani serta memfasilitasi perekonomian, baik untuk segmen besar, menengah, maupun kecil. Konsep ini merupakan trisula strategi ekonomi pembangunan yang terdiri dari peningkatan basis produksi UMKM dan besar, pembiayaan yang kompetitif, serta pengembangan pasar atau perdagangan,” ujar Soekarwo seperti dikutip dari situs resmi Pemprov Jatim.
Agar produk UMKM Jatim semakin laris dan bisa mendapat pasar, Pemprov Jatim mengkonstruksi sistem pasar yang dapat mengakselerasi pangsa pasar domestik. Untuk pasar dalam negeri, Pemprov telah mendirikan 26 Kantor Perwakilan Dagang (KPD) di 26 provinsi. Sementara untuk pasar luar negeri telah ditunjuk KPD di lima negara, antara lain Cina, Jepang, Belgia dan Swiss.
Dikatakan Soekarwo, UMKM menjadi tulang punggung perekonomian Jatim. Pada tahun 2012 kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur sebesar 54.98 persen dan pada 2016 kontribusinya sebesar 57.52 persen.
Kontribusi ini, didukung dengan pertumbuhan UMKM yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan sensus ekonomi yang dilakukan pada tahun 2006 jumlah UMKM Jatim hanya sebanyak 4,2 juta dan pada 2012 meningkat jadi 6,8 juta. Jumlahnya terus meningkat dan tumbuh pada Tahun 2016 menjadi 12.1 juta UMKM.
“Inilah yang menjadi backbone ekonomi Jatim," katanya.
Keberadaan UMKM di Jatim juga berkontribusi terhadap sektor tenaga kerja yang mencapai 19 juta orang terdiri dari tenaga kerja UMKM non pertanian 13.966.706 orang dan UMKM tani sebesar 4.981.504 orang dan tenaga kerja usaha besar 373.294 orang.

