Jurus Bank Indonesia Stabilkan Rupiah

Kamis, 6 September 2018 | 14:47 WIB

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

BRI -Nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan terhadap dolar AS bahkan sempat menembus Rp15.000. Berbagai upaya dilakukan Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas rupiah dengan menjaga fundamental ekonomi di dalam negeri sekaligus mengawasi kondisi global.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pihaknya terus berKoordinasi dengan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan koordinasi diharapkan kebijakan yang dikeluarkan masing-masing otoritas saling mendukung.

Bentuk koordinasi BI dengan pemerintah dengan melakukan berbagai upaya dalam menurunkan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) agar defisit turun dan transaksi modal akan naik.

"Kami akan terus memantau yang terjadi di global dengan stance kebijakan moneter yang pre-emptive, front loading, dan ahead the curve," ujarnya.

Selain itu, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 5 kali atau 125 basis points (bps) menjadi 5,5 persen agar suku bunga tetap menarik bagi masuknya portofolio asing. Saat ini, aliran modal asing banyak yang keluar dari pasar negara berkembang dan mengarah ke Amerika Serikat. Hal ini akibat kebijakan The Fed yang menaikkan suku bunga 4 kali tahun ini dan kemungkinan masih akan melakukannya 2 hingga 3 kali lagi pada tahun depan.

Upaya BI lainnya dengan melakukan intervensi ganda di pasar valuta asing (valas). Menurut Perry, intervensi ganda merupakan salah satu langkah jangka pendek untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Hingga Selasa (4/9/2018), BI telah mengeluarkan Rp 11,9 triliun baik di pasar valuta asing maupun membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

BI juga telah menjalin komunikasi dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) terkait apa yang bisa dilakukan pengusaha untuk menarik dana hasil ekspor ke dalam negeri dan mengonversikannya ke rupiah. Untuk mendukung itu, BI menyediakan swap valas atau hedging dengan biaya rupiah. Batas minimum transaksi swap lindung nilai juga diturunkan dari 10 juta dolar AS menjadi 2 juta dolar AS.

"Swap yang disediakan setiap hari dengan biaya lebih itu merupakan hasil komunikasi dengan pengusaha yang sempat mengatakan biaya swap mahal," kata Perry.

Komentar

Media Lainnya

Hi!👋
Linda (Link UMKM Digital Assistant)
Chat via WhatsApp disini !

x