Bank BRI Terbesar Nomor 5 di Asia Tenggara

Jumat, 7 September 2018 | 10:00 WIB

Public ekspose BRI (Dok.BRI)

Brilian - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. memiliki kapitalisasi pasar mencapai 27,23 miliar dolar Amerika Serikat. Prestasi ini menempatkan Bank BRI sebagai bank terbesar peringkat lima di kawasan Asia Tenggara.

Hal itu disampaikan Senior Executive Vice President (SEVP) Treasury & Global Services Bank BRI, Listiarini Dewajanti saat memberikan penjelasan tentang keadaan kapitalisasi pasar Bank BRI dalam public expose kedua di Semarang.

Sebelumnya, Bank BRI telah melakukan kegiatan serupa di Jakarta, Rabu (29/8/2018). Kegiatan ini akan berlanjut di Makassar, Kamis (27/9/2018) mendatang.

"Secara konsisten Bank BRI juga memberikan profit jangka panjang bagi para investornya, dimana sejak IPO di tahun 2003 hingga saat ini kenaikan harga saham BRI (BBRI) mencapai 32 kali lipat," ujarnya.

Menurut Listiarini, kinerja cemerlang Bank BRI disokong kinerja positif perseroan yang selalu tumbuh setiap tahunnya. Selama 13 tahun berturut-turut, Bank BRI mampu mencetak laba terbesar di industri perbankan Indonesia.

Hingga akhir Semester I 2018, laba bersih Bank BRI (bank only) tercatat sebesar Rp14,5 triliun atau tumbuh 10,8 persen year on year (yoy). Laba bersih BRI ini mencapai 20,5 persen dari market share laba industri perbankan di Indonesia.

Tidak hanya laba bersih, market share pinjaman dan simpanan Bank BRI di Semester I 2018 juga meningkat dibandingkan posisi yang sama tahun lalu. Tercatat market share pinjaman BRI sebesar 15,3 persen atau tumbuh 14,7 persen dibandingkan Juni 2017.

Bank BRI terus menggenjot pendapatan yang bersumber dari pendapatan non bunga (fee based income). Pendapatan non bunga BRI tercatat tumbuh 11,7 persen yoy pada akhir Juni 2018.
Untuk efisiensi, Bank BRI berhasil menurunkan BOPO dari 72,3 persen pada semester I 2017 menjadi 70,5 persen pada akhir semester I 2018. Angka tersebut lebih baik dibandingkan BOPO industri perbankan yang mencapai 79,46 persen.

Selain itu, Bank BRI juga melakukan efisiensi bisnis proses. Efisiensi yang dilakukan Bank BRI tidak terlepas dari strategi perseroan yang telah melakukan digitalisasi pada proses bisnisnya. Salah satunya, melalui pemanfaatan aplikasi BRISPOT untuk pengajuan proses kredit mikro.

“BRISPOT terbukti mampu mempercepat SLA proses kredit KUR menjadi 1-2 hari saja. Hal ini secara tidak langsung mampu meningkatkan produktivitas tenaga pemasar mikro BRI atau biasa disebut Mantri BRI. Mereka (Mantri BRI) mampu merealisasi rata-rata 17 paket kredit per bulan, lebih tinggi 30 persen dari target,” jelas Listiar.

Keberadaan branchless banking milik BRI atau agen BRILink yang saat ini sudah ada 244 ribu di seluruh Indonesia juga mampu meningkatkan efisiensi perseroan.

Sejalan dengan meningkatnya kinerja perseroan, Bank BRI juga terus menyalurkan Bina Lingkungan yang tepat sasaran dan manfaat. Sepanjang 2017, tercatat Bank BRI menyalurkan Rp150 miliar dana Bina Lingkungan melalui program BRI Peduli.

Tahun ini, Bank BRI terus menyalurkan dana Bina Lingkungan melalui 7 sektor. Ketutuh sektor tersebut meliputi pendidikan, pengentasan kemiskinan, bencana alam, kesehatan, sarana ibadah, pelestarian alam, serta pengembangan prasarana dan sarana umum.

Khusus untuk bencana gempa Lombok, Bank BRI telah menyalurkan bantuan dengan total nilai mencapai Rp 1,6 miliar dalam bentuk tenda darurat, bahan makanan, obat-obatan gratis, selimut, serta pembukaan dapur umum.

Komentar

Media Lainnya

Hi!👋
Linda (Link UMKM Digital Assistant)
Chat via WhatsApp disini !

x