Asosiasi E-Commerce Ingin Jadi Wadah Bisnis Ekonomi Digital

Sabtu, 8 September 2018 | 13:00 WIB

Ilustrasi e-commerce (Pixabay)

Brilian - Kepengurusan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) periode 2018-2020 baru saja terbentuk. Ketua umum idEA terpilih Ignatius Untung telah mengumumkan nama-nama pengurus yang berasal dari berbagai startup dan perusahaan pada 6 September 2018.

Ada empat divisi dalam kepengurusan idEA yakni hubungan pemerintah, eksternal, internal, dan pengembangan bisnis. Nantinya idEA tidak hanya menaungi e-commerce, tetapi akan menjadi payung besar bagi semua pemain di industri digital. Saat ini idEA telah memiliki 340 anggota.

Ignatius Untung mengungkapkan pihaknya tengah melakukan penyesuaian struktur keanggotaan. Hal ini terkait rencana untuk bertransformasi menjadi asosiasi yang mewadahi bisnis ekonomi digital. Sektor industri yang bernaung di bawah idEA termasuk layanan on-demand, teknologi kesehatan, teknologi pertanian, internet of things, serta pengembang gim dan konten.

"Semangatnya menjadikan idEA payung besar bagi semua. Bicara mengenai ekonomi digital, tentu banyak industri yang bisa ditarik ke dalam," ujarnya.

Ada beberapa hal yang akan dilakukan idEA di bawah kepemimpinan Ignatius Untung selama dua tahun ke depan. Salah satunya mendorong pemerintah untuk berpihak pada industri online.

Selain itu, idEA akan membantu industri offline masuk ke dunia online, mengajak startup di luar e-commerce untuk bergabung, membatasi hanya membidik anggota dari industri yang belum ada organisasi khusus di dalamnya dan menggelar acara idEA Forum.

Rencananya idEA Forum akan digelar pada Agustus 2019. Acara ini untuk mempertemukan pemilik startup, mahasiswa dan profesional, untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait dunia e-commerce.

Komentar

Media Lainnya

Hi!👋
Linda (Link UMKM Digital Assistant)
Chat via WhatsApp disini !

x