Strategi Pemerintah Genjot Pendapatan Devisa Pariwisata
Minggu, 9 September 2018 | 12:14 WIB

Brilian - Pemerintah menargetkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia mencapai 20 juta orang pada tahun 2019 jdengan devisa 17,6 miliar dolar AS. Target ini naik dibandingkan tahun sebelumnya yakni sekitar 14 miliar US dolar.
Sedangan target jangka panjang pemerintah adalah 25 juta wisman pada tahun 2025, dengan jumlah devisa 28 miliar dolar AS. Untuk mencapai target itu, pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat koordinasi sekaligus mensinergikan kebijakan dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata.
Sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa ketiga terbesar setelah kelapa sawit dan batu bara. Dengan pengembangan sektor pariwisata, diharapkan dapat mempercepat penerimaan devisa yang berdampak pada membaiknya defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit).
Selain itu koordinasi, monitoring dan evaluasi juga dilakukan pemerintah, BI dan OJK. Monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan strategi kebijakan pengembangan sektor pariwisata yang menjadi kesepakatan prioritas bersama dilakukan secara berkala.
"Diharapkan dampak positif lainnya pada penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo beberapa waktu lalu.
Terkait dengan pengembangan pariwisata tersebut, pemerintah telah merumuskan 9 strategi kebijakan. Salah satunya adalah peningkatan akses pembiayaan. OJK akan menetapkan ketentuan umum penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk usaha pariwisata yang didukung sosialisasi mekanisme penyalurannya.
Selain itu, strategi kebijakan lainnya adalah peningkatan kualitas dan akses destinasi pariwisata, penguatan data dan informasi, intensifikasi layanan sistem pembayaran digital, penguatan sinergi promosi destinasi pariwisata antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan BI.
Penguatan akses/konektivitas darat dan udara, pengembangan atraksi yang terintegrasi, peningkatan amenitas dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

