Pelaku Usaha Mikro di Perbatasan Dapat Bantuan WP

Minggu, 16 September 2018 | 15:27 WIB

Wirausaha pemula (Dok.Kemenkop UKM)

Brilian - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) bersinergi dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) menggelontorkan program bantuan pemerintah bagi wirausaha pemula (WP). Bantuan itu diberikan kepada 32 pelaku usaha mikro di Atambua, Kabupaten Belu.

Program sinergi tersebut telah dirintis pada Oktober 2017 dan diawali dengan kegiatan sosialisasi program secara bersama-sama di Paloh Arok, Kabupaten Sambas, Nanga Badau (Kabupaten Kapuas Hulu), Entikong (Kabupaten Sanggau), Skouw (Kota Jayapura) dan Atambua (Kabupaten Belu) sebagai salah satu wilayah perbatasan NKRI dengan Timor Leste.

"Atas dasar hal tersebut, untuk mengkongkritkan sinergi pada 2018 disepakati dibuat piloting di lima daerah Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN), dengan kegiatan pelatihan dan pemberian bantuan usaha mikro sebagai wirausaha pemula (WP)," ujar Asisten Deputi Permodalan Kementerian Koperasi dan UKM, Luhur Pradjarto dalam keterangan tertulis.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan didukung anggaran dari BNPP maupun Bank Indonesia serta Pemerintah Daerah setempat. Peserta pelatihan yang memenuhi persyaratan kemudian diberikan bantuan pemerintah berupa dana untuk pengembangan WP.

Dia menekankan agar penerima WP menggunakan dana untuk mendukung perkembangan usaha mereka. Dengan demikian diharapkan dapat menggairahkan perekonomian daerah perbatasan.

"Kami juga berharap kepala bagian yang menangani perbatasan juga dapat menyediakan kios di sekitar perbatasan yang saat ini sedang di persiapkan oleh Kementerian terkait," harapnya.

Salah satu wirausaha pemula yang mendapatkan bantuan dana adalah Olivia Haki (41) yang mengelola usaha tenun ikat. Dia mengaku senang mendapatkan dana bantuan pemerintah.

Saat ini dengan modal terbatas Olivia hanya mampu menjual 4-6 selendang kecil dan 2-3 tenun kain besar selama sebulan. Terkadang dia juga mendapat pesanan satu lembar kain dengan motif tertentu untuk seharga Rp1,2 juta.

Dengan bantuan pemerintah tersebut, Olivia berencana menambah alat tenun dan modal kerja berupa benang tenun. Dengan cara itu, dia berharap dapat meningkatkan jumlah produksinya.

 

Komentar

Media Lainnya

Hi!👋
Linda (Link UMKM Digital Assistant)
Chat via WhatsApp disini !

x