Kebijakan Moneter BI Tetap Ketat di Tahun 2019

Senin, 17 September 2018 | 11:00 WIB

Logo Bank Indonesia/bank indonesia

Brilian - Arah kebijakan Bank Indonesia (BI) akan tetap ketat pada tahun 2019. Kebijakan moneter ketat ditempuh untuk mengimbangi langkah Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) dan menjaga nilai tukar Rupiah tetap stabil.

Policy masih harus hawkish di 2019,” ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara.

Mirza memperkirakan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan dari level 2,0 persen menjadi 3,25 persen pada tahun 2019. Karena itu, kata dia, BI harus merespons kemungkinan kenaikan suku bunga itu.

"Sehingga di dalam proyeksi BI bahwa suku bunga AS 2019 akan naik dari 2 persen sampai ke 3,25 persen. Jadi masih ada 1,25 persen lagi suku bunga AS meningkat," jelasnya.

Tekanan ini, lanjut Mirza, menjadi salah satu pertimbangan BI untuk melanjutkan arah kebijakan moneter ketat. Dia menambahkan, BI akan konsisten menerapkan kebijakan yang bersifat lebih mendahului atau ahead of the curve.

"Sehingga BI sesuai, bahwa kami harus ahead of the curve, kebijakan kami masih harus hawkish (ketat)," kata Mirza.

BI menjadwalkan rapat dewan gubernur (RDG) pada pekan keempat September 2018. Ini berbeda dari biasanya di mana RDG digelar pada pekan kedua atau ketiga.

Penjadwalan RDG pada pada pekan keempat dengan harapan BI posisi suku bunga The Fed. Pelaku pasar global memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya yang ketiga tahun ini.

Komentar

Media Lainnya

Hi!👋
Linda (Link UMKM Digital Assistant)
Chat via WhatsApp disini !

x