Tingkatkan Peluang Investasi, Kreatifood 2018 Digelar di 10 Kota
Minggu, 23 September 2018 | 15:00 WIB

Brilian - Kreatifood 2018 yang digelar Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di 10 kota di Indonesia memiliki arah baru. Tujuannya meningkatkan subsektor kuliner dengan menghubungkan perusahaan rintisan (startup) pada kanal distribusi dan pemasaran produk, serta meningkatkan peluang investasi baru dari sisi permodalan non-perbankan.
Peserta Kreatifood 2018 adalah pelaku ekonomi kreatif yang ikut dalam kompetisi Food Starup Indonesia. Kompetisi tersebut merupakan program Bekraf melalui Deputi Akses Permodalan.
Kepala Subdirektorat Pasar Segmen Bisnis dan Pemerintahan, Direktorat Pengembangan Pasar Dalam Negeri, Deputi Bekraf Fahmi
mengungkapkan Kreatifood 2018 merupakan salah satu bentuk kontribusi Bekraf bagi subsektor penyumbang PDB ekonomi kreatif (ekraf) terbesar.
"Kontribusi Bekraf ini merupakan salah satu wujud intervensi pemerintah terhadap perkembangan ekraf Indonesia. Dengan keterlibatan penuh dan kerja sama pemerintah dengan pihak swasta, diharapkan menjadi akselerator perkembangan ekraf menjadi lebih cepat serta menginspirasi para pelaku ekraf lain," ujarnya.
Bekraf berupaya meningkatkan kapasitas pelaku ekraf bidang kuliner dengan memberikan tambahan pengetahuan seputar ilmu investasi, kesiapan pemasaran ke luar negeri, dan cara mengembangkan kapasitas produksi. Selain itu, Bekraf juga berupaya mempertemukan pelaku ekraf dengan pelaku rantai produksi lain (distributor atau reseller lokal).
Seperti diketahui, Kreatifood 2018 diawali dengan expo di Surabaya yang menjadi awal dari rangkaian Demoday FoodSartup Indonesia. Setelah itu Kreatifood 2018 dilanjutkan ke 9 kota besar. Untuk Jakarta, Kreatifood 2018 digelar di Gandaria City Mall pada 21-23 September 2018.
Kreatifood 2018 yang telah diselenggarakan di tiga kota yakni Surabaya, Medan, dan Palembang berhasil mempertemukan reseller/distributor dengan para Food Startup Indonesia. Hampir seluruh peserta Kreatifood 2018 telah memperluas pasarnya di wilayah Medan dan sekitarnya.
Kontribusi PDB ekraf subsektor kuliner pada 2016 berdasarkan survei khusus ekraf yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), mencapai 41,4%. Pada 2016, nilai ekspor kuliner mengalami peningkatan sebesar 6,92% menjadi 1.206,5 juta dolar AS dari sebelumnya 1.179,0 juta dolar AS.

