4 Jurus Kemenperin Genjot Industri Makanan dan Minuman
Jumat, 5 Oktober 2018 | 09:37 WIB

Brilian - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang memprioritaskan pengembangan industri makanan dan minuman di dalam negeri agar semakin berdaya saing global. Untuk mewujudkannya, Kemenperin telah menyiapkan langkah strategis.
“Industri makanan dan minuman merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang akan menjadi pionir penerapan industri 4.0 di Indonesia. Sebab, sektor ini konsisten memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional,” ujar Plt. Dirjen Industri Agro Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono.
Pertama, memfasilitasi perangkat cerdas berupa Cyber-Physical Systems untuk mengintegrasikan jaringan Internet of Things dengan lini produksi agar hasilnya menjadi lebih efisien, optimal dan berkualitas.
Kedua, memperbaiki aliran bahan baku untuk menjamin pasokan ke industri makanan dan minuman. Upaya ini perlu dilakukan melalui kolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Contohnya penerapan tekonologi cerdas di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan melalui sistem pemantauan otomatis atau drone autopilot.
Ketiga, mengimplementasikan peta jalan industri 4.0 dengan melibatkan sektor hulu sampai hilir agar terciptanya keterpaduan untuk meningkatkan daya saing industri makanan dan minuman nasional.
Keempat, yakni Kemenperin akan memberikan pelatihan mengenai upaya peningkatan ekspor serta menggelar pertemuan bisnis dan promosi investasi di sektor industri makanan dan minuman. Tujuannya untuk menarik investor, meningkatkan kapasitas industri dalam menerapkan industri 4.0, serta memperluas akses ekspor bagi industri makanan dan minuman.
Sigit meyakini, apabila keempat jurus tersebut terlaksana dengan baik, industri makanan dan minuman nasional mampu menjadi pemimpin di pasar makanan kemasan sederhana hingga medium di tingkat Asean pada tahun 2025. Bahkan,Indonesia diproyeksi masuk dalam jajaran lima besar negara eksportir untuk industri makanan dan minuman di tingkat global pada tahun 2030.
“Karenanya, dibutuhkan langkah sinergi antara pemerintah, pelaku industri dan pihak akademisi karena ke depannya akan memerlukan banyak kegiatan riset untuk menghasilkan inovasi. Untuk itu, kami memberikan apresiasi atas terselanggaranya International Conference on Agro Industry (IcoA),” paparnya.

