Kerja Sama BRI-Garuda Indonesia di Sektor Keuangan dan Komersial

Sabtu, 6 Oktober 2018 | 11:48 WIB

Kerja sama Bank BRI dan Garuda Indonesia di sektor keuangan dan omersial. (Dok.Garuda Indonesia)

Brilian - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menjalin kerja sama strategis dengan PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Kerja sama meliputi pengembangan Digital Acquiring, dukungan fasilitas Stand by Letter of Credit (SBLC) dan Forex Line serta penerbitan fasilitas Corporate Card.

Direktur Utama BRI Suprajanto mengatakan kerja sama berkelanjutan ini merupakan salah satu upaya perseroan dalam memberikan layanan optimal bagi korporasi.

"Sinergi ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap supply dolar dalam negeri untuk turut membantu pemerintah dalam menguatkan nilai tukar rupiah melalui pemasukan devisa," ujarnya.

Kerja sama Bank BRI dan Garuda Indonesia di lini digital melalui fasilitas Digital Acquiring dalam menunjang mekanisme pembayaran transaksi digital melalui kartu kredit dan debit di channel digital Garuda Indonesia.

Kerja sama lainnya penerbitan Corporate Card BRI yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah serta mendukung optimalisasi anggaran operasional perusahaan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengungkapkan, fasilitas SBLC dan Forex Line dari BRI akan membantu perseroan dalam pengelolaan dana Maintenance Reserve dan Security Deposit untuk menunjang arus kas perseroan.

"Dengan dukungan penambahan fasilitas SLBC sebesar 170 juta dolar AS, perseroan bisa melakukan replacement dana maintenance reserve dan security deposit yang mengendap pada lessor, sehingga dana mengendap tersebut dapat diminimalisir dan diutilisasi untuk mendukung kebutuhan operasional perusahaan tanpa peningkatan beban utang," kata Ari.

Bank BRI dan Garuda Indonesia juga bekomitmen membantu perbaikan dan penguatan nilai tukar rupiah melalui peningkatan pemasukan devisa dalam kerja sama SBLC. Upaya tersebut dimaksimalkan dengan kerja sama lindung nilai (hedging) melalui Forex Line bersama BRI dengan penambahan fasilitas menjadi sebesar 200 juta dolar AS.

Upaya ini diharapkan dapat memitigasi risiko terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang yang disebabkan kondisi shortage supply dolar di mana kebutuhan Garuda Indonesia masih didominasi dolar. Adapun instrumen untuk hedging yang digunakan di antaranya Value Today, Tom, Spot, dan Forward.

Komentar

Media Lainnya

Hi!👋
Linda (Link UMKM Digital Assistant)
Chat via WhatsApp disini !

x