Tips Meraup Untung dari Bisnis Barang Bekas

Minggu, 7 Oktober 2018 | 09:31 WIB

Ilustrasi bisnis barang bekas (Pxhere)

Brilian - Tidak semua barang bekas tanpa manfaat dan nilai ekonomi. Dengan sentuhan kreativitas, barang bekas bisa menjadi dagangan yang menguntungkan dalam sebuah bisnis.

Di Indonesia, keberadaan barang bekas masih diperhitungkan. Ini menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Bahkan di beberapa kota besar seperti Bandung dan Jakarta, beberapa pelaku bisnis barang bekas membuka toko untuk mendukung usahanya. Berikut tips usaha jual beli barang bekas:

1. Fokus pada kategori barang tertentu
Sebelum memulai usaha, Anda harus lebih dulu menentukan kategori barang bekas yang akan diperjualbelikan. Fokus pada satu kategori barang bekas misalnya buku, pakaian, barang elektronik, onderdil kendaraan atau kendaraan. Dengan fokus pada satu kategori barang bekas akan membantu Anda dalam menentukan segementasi pasar dan strategi bisnisnya.

2. Berburu Barang Bekas
Setelah menentukan kategorinya, Anda bisa memulai berburu barang bekas untuk dijual kembali. Anda harus sabar dan rajin berburu untuk memndapatkan barang bekas. Jika Anda menemukan orang atau tempat penjualan barang bekas berkualitas, Anda bisa menjadikannya partner dan mitra usaha.

Anda juga bisa mengikuti lelang untuk melengkapi barang bekas dagangan Anda. Semakin banyak orang atau tempat rujukan, semakin besar peluang bisnis barang bekas Anda dilirik pembeli.

3. Perhatikan Kondisi Barang
Tidak semua barang bekas bisa dijual atau memiliki nilai ekonomi. Karena itu, Anda harus jeli dalam membeli barang bekas sehingga bisa dijual kembali. Jual barang bekas yang kondisinya masih baik dan layak pakai.

Meski membali berang bekas, konsumen menginginkan kondisinya masih cukup baik dan layak pakai. Menjual barang bekas dengan kondisi yang sangat buruk akan merugikan Anda di kemudian hari. Jika barang bekas memiliki kecacatan, Anda harus jujur kepada pembeli.

4. Tempat usaha
Sama seperti bisnis lain, usaha jual beli barang bekas juga membutuhkan tempat usaha. Pilih lokasi strategis sehingga pembeli dapat dengan mudah menemukan tempat usaha Anda. Selain lokasi strategis, Anda harus kreatif dalam menata barang dagangan Anda.

5. Harga masuk akal
Anda tidak mungkin menjual barang bekas sama dengan harga barang baru. Berikan harga yang masuk akal sesuai dengan kondisi barang bekas yang akan dijual. Standar harga barang bekas lebih murah dari harga baru meski kondisi barangnya hampir sama dengan barang baru.

6. Promosi
Bisnis jual beli barang bekas juga membutuh promosi agar dikenal luas. Promosi bisa Anda lakukan secara offline dari mulut ke mulut, penyebaran brosur dan pemasangan spanduk atau banner. Anda juga bisa memperkuat promosi secara online dengan memaksimalkan website dan media sosial.

Komentar

Media Lainnya

Hi!👋
Linda (Link UMKM Digital Assistant)
Chat via WhatsApp disini !

x