Pengembangan Industri Halal Dukung Perekonomian Nasional
Senin, 8 Oktober 2018 | 10:46 WIB

Brilian - Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor industri halal. Besarnya potensi Indonesia di sektor industri halal dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Persentase penduduk Indonesia merupakan 12,7 persen dari populasi penduduk muslim dunia. Pasar industri halal di Indonesia di antaranya makanan dan minuman halal, travel, fashion, dan obat-obatan serta kosmetik halal. Persentasenya sekitar 11 persen dari pasar global pada 2016.
Bank Indonesia (BI) telah melaksanakan program pengembangan ekonomi syariah di sektor pertanian, makanan dan fashion, pariwisata serta energi terbarukan. Upaya ini sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem halal value chain,
Selain itu BI juga mendorong pemberdayaan ekonomi bagi 134 pesantren di 31 wilayah yang tersebar di Indonesia. Untuk mendukung program pemberdayaan industri halal, BI juga bekerja sama dengan lembaga zakat, mengoptimalkan dana sosial syariah seperti zakat, infaq, shadaqah dan wakaf tunai, sebagai salah satu sumber pembiayaan syariah.
Dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah khususnya sektor industri halal, BI bersama pemerintah dan institusi terkait berpegang pada prinsip 4 C, yaitu komitmen yang kuat dari pihak-pihak terkait, program yang konkrit sehingga mudah untuk diimplementasikan (Concrete), sinergitas antara lembaga dan pihak terkait (Collaborative) serta edukasi yang dilakukan secara intens mengenai nilai lebih dari gaya hidup halal (Campaign).
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan industri halal global meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dari 7,5 persen pada 2015 menjadi lebih dari 8 persen pada 2016. Angka ini diperkirakan akan terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.
BI memandang pentingnya mendorong ekonomi dan keuangan syariah sebagai bagian dari bauran kebijakan. Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah diharapkan dapat menjadi salah satu upaya dalam memperkuat struktur ekonomi dan pasar keuangan global.
Sebagai anggota Komite Nasional Keuangan Islam (KNKS), BI terus bekerja sama dengan kementerian dan otoritas, dan mensinergikan program lintas sektoral untuk mencapai tujuan menjadikan ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber baru pertumbuhan ekonomi nasional.



