Indonesia-Malaysia Kerja Sama Kembangkan UKM Ukiran Kayu
Jumat, 12 Oktober 2018 | 10:12 WIB

Brilian - Pengembangan UKM kerajinan tangan ukiran kayu menjadi perhatian pemerintah Indonesia dan Malaysia. Pemerintah kedua negara sepakat menindaklanjuti kerja sama yang sebelumnya telah terjalin.
Sebelumnya, pemerintah kedua negara telah menyepakati kerja sama pengembangan UKM. Kesepakanan ini diinisiasi pemimpin kedua negara beberapa waktu lalu.
"Kami telah bertemu dengan perwakilan dari Malaysia untuk bekerja sama dalam pengembangan UKM ukiran kayu," ujar Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring.
Sebagai langkah awal, delegasi Malaysia yang diwakili Kementerian Kewirausahaan dan Pemuda negeri jiran berkunjung ke Desa Celuk di Bali. Desa Celuk merupakan salah satu sentra kerajinan tangan ukiran.
"Mereka akan belajar dan melihat langsung, untuk kemudian kami akan susun teknis pelaksanaan pelatihan yang akan dilakukan," kata Meliadi.
Di Celuk telah dirintis sekolah vokasional kayu. Dengan demikian dimungkinkan lebih mudah melakukan transfer teknologi dalam sebuah kerja sama antarnegara. Salah satu keuntungannya adalah sebagai jalan bagi UKM untuk memperluas jejaring pasar dan potensi ekspor.
Dikatakan Meliadi, interaksi dengan UKM Malaysia bisa digunakan untuk mengetahui selera pasar di Negeri Jiran. Selama ini ukiran dan kerajinan tangan produksi Bali sangat diminati pasar ekspor ke Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat. Dibutuhkan ceruk pasar baru di kawasan Asean agar pemasarannya semakin luas.

