Kampanye 'a Cup For Solidarity' Menghasilkan Donasi Rp1,3 Miliar
Senin, 15 Oktober 2018 | 11:13 WIB

Brilian - Kampanye 'a Cup For Solidarity' yang dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menghasilkan donasi Rp 1.331.000.000 untuk korban gempa di Lombok dan Sulawesi Tengah. Sepanjang pertemuan tahunan IMF-WB Annual Meetings 2018, total ada 13.312 cups kopi yang didistribusikan ke pengunjung melebihi prediksi dan target awal sekitar 10.500 cups.
"Bank BRI merasa bangga bisa berkontribusi dalam mempromosikan kopi Indonesia dan juga mengajak delegasi untuk menunjukkan solidaritas ke korban bencana Lombok dan Sulawesi Tengah," ujar Corporate Secretary Bank BRI, Bambang Tribaroto dalam rilisnya.
Bank BRI bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) membuka booth kopi di lokasi utama pertemuan tahunan IMF-WB Annual Meetings 2018. Selain untuk mempromosikan kopi dan barista Indonesia ke dunia Internasional, Bank BRI juga menambahkan Kampanye 'a Cup For Solidarity' di mana untuk setiap cup kopi yang diminum pengunjung, Bank BRI akan mendonasikan Rp100.000 untuk membantu korban gempa di Lombok dan Sulteng.
"Semakin banyak kopi yang diminum, berarti juga semakin banyak donasi bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana alam. Kami tentu berharap bantuan ini akan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah," katanya.
Setelah ketiga booth BRI Kopi yang dibuka di lokasi acara berhenti beroperasi, Managing Director IMF Christine Lagarde, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan beberapa barista Indonesia dan perwakilan Bank BRI berfoto bersama.
"Luar biasa pencapaian angka donasi ini, selamat," kata Christine Lagarde.
Menko Luhut dan Gubernur BI mengapresiasi pencapaian donasi tersebut. Keduanya berharap sumbangan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat yang terkena dampak gempa di Lombok dan Sulteng.
Bank BRI akan segera menyalurkan bantuan kepada korban bencana di Lombok dan Sulteng. Bantuan berupa bahan kebutuhan pokok dan sarana prasarana yang dibutuhkan.
"Sudah ada tim dari BRI yang terjun langsung melihat kondisi di lapangan, sehingga nantinya bantuan yang kami salurkan memang sesuai dengan kebutuhan Saudara-Saudara kita yang terkena musibah," kata Bambang.



