Dampak Penyelenggaraan Asian Games Bagi UKM
Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:30 WIB

Brilian - Penyelenggaraan Asian Games 2018 memberikan dampak besar terhadap Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Dampak pesta olahraga Asia empat tahunan itu tidak hanya dirasakan UKM yang menjadi official partner tetapi juga non official.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mencontohkan salah satu UKM yang mendapatkan keuntungan dalam penyelenggaraan Asian Games 2018, yakni Du’anyam. UKM Du'anyam membuat produk-produk hasil anyaman daun lontar dari Nusa Tenggara Timur. Sebagian besar pekerja dalam UKM ini adalah perempuan dari daerah sekitar Flores Timur, khususnya di Pulau Solor.
"Mereka menghasilkan 16.300 produk dan meraih peningkatan penjualan sebesar 66,7 persen dari penyelenggaraan Asian Games 2018," ujarnya.
Dalam menyambut Asian Games 2018, Du’anyam menambah 35 karyawan. Penambahan karyawan itu untuk memastikan proses produksi dapat berjalan sesuai harapan.
Tak hanya Du'anyam, UKM lainnya yang ikut merasakan dampak Asian Games 2018 adalah Pempek Honey di Palembang. UKM itu menyajikan 18.818 porsi pempek ber-SNI pada 10 Agustus 2018. Sepanjang penyelenggaraan Asian Games, penjualan Pempek Honey naik 20 persen.
Dikatakan Bambang, dampak ekonomi langsung Asian Games sejak persiapan hingga pelaksanaan pada periode 2015-2018 mencapai Rp40,6 triliun. Dari angka tersebut, Rp29,1 triliun berasal dari investasi konstruksi, operasional penyelenggaraan sebesar Rp7,8 triliun. Pengeluaran wisatawan mencanegara dan wisatawan nusantara senilai Rp3,7 triliun.
"Hingga 2018, sebanyak Rp40,6 triliun dampak langsung masuk ke perekonomian Indonesia," kata Bambang.
Dia menambahkan, Asian Games 2018 menciptakan kesempatan kerja bagi 108.780 orang di Jakarta dan Palembang. Selain itu juga meningkatkan upah riil sebesar 0,03 persen.
Asian Games 2018 juga berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta tahun 2018 sebesar 0,23 persen dari pertumbuhan baseline. Efek pengganda terhadap output perekonomian DKI Jakarta 2015-2019 adalah sebesar Rp 28,2 triliun.
Sedangkan terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan tahun 2018, efek pengganda terhadap Output Perekonomian 2015-2019 sebesar Rp 14,0 triliun.

