Ini Target Kontribusi Ekonomi Kreatif Terhadap PDB pada 2019
Jumat, 19 Oktober 2018 | 14:30 WIB

Brilian - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menargetkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional sebesar Rp1.200 triliun pada tahun depan. Untuk mencapainya, Bekraf akan bertumpu pada strategi melanjutkan program-program yang telah berjalan efektif.
Ekonomi kreatif memiliki potensi yang menjanjikan. Pada 2016, kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional mencapai 7,44 persen. Angka ini diproyeksikan meningkat dua kali lipat pada tahun 2019.
Pada tahun 2017, jumlah tenaga kerja yang terserap ke dalam bidang ekonomi kreatif mencapai 17,43 juta orang atau meningkat 4,13 persen. Peningkatan ini lebih tinggi dari peningkatan serapan tenaga kerja nasional yang hanya mencapai 3,02 persen pada tahun yang sama.
Kepala Bekraf Triawan MUnaf menyebut ekonomi kreatif sebagai paradigma baru dalam ekonomi yang mengandalkan gagasan, ide atau kreativitas sebagai faktor produksi utama.Selain itu, ekonomi kreatif merupakan bidang yang sangat terbuka bagi siapapun.
“Tidak ada batasan atau syarat khusus, siapa pun bisa berkreatifitas dan menciptakan nilai ekonominya,” ujarnya.
Sektor penyumbang revenue terbesar pada tahun 2016 adalah kuliner sebesar Rp382 trilun, fesyen (Rp166 triliun) dan kerajinan (Rp142 triliun). Untuk kategori penyumbang ekspor terbesar adalah industri fesyen sebesar 54,54 persen dari total ekspor non migas, industri kerajinan (39,01 persen) dan kuliner (6,31 persen).
Tiawan mengungkapkan, kedepan ada empat sektor yang akan menjadi kekuatan ekonomi baru Indonesia. Keempat sektor tersebut adalah film, musik, seni dan animasi yang pertumbuhannya pesat.
Untuk medukung itu, Bekraf akan membangun ekosistem ekonomi kreatif kohesif yang mempertemukan ide atau produk, produksi, perlindungan HKI, pemasaran dan penjualan.



