Koperasi Milenial Seharusnya Diisi Anak Muda Produktif

Minggu, 21 Oktober 2018 | 11:48 WIB

Pemerintah mengajak kaum milenial terjun di sektor koperasi. (Dok.Kemenkop UKM)

Brilian - Mayoritas penduduk Indonesia akan didominasi usia produktif pada 2020. Hal ini menjadi perhatian pemerintah untuk mengajak kaum milenial terjun di sektor koperasi.

Kemajuan teknologi digital telah merambah berbagai sektor, termasuk koperasi dan usaha kecil dan menengah (UKM). Meski demikian, kaum milenial masih belum tertarik denngan bisnis koperasi.

Deputi Bidang SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Rulli Nuryanto mengakui, permasalahan tersebut masih sulit untuk diselesaikan. Hal ini terkait minimnya pemahaman kaum milenial te ntang koperasi.

"Koperasi milenial seharusnya diisi anak-anak muda yang produktif dan kreatif," ujarnya.

Selain itu, lanjut Rulli, kaum milenial masih menganggap perusahaan lebih baik dibanding koperasi. Padahal secara pengembangan bisnis, koperasi memiliki posisi yang sama dengan PT. Koperasi dapat melakukan ekspor, bergerak di bidang industri kreatif dan melakukan usaha seperti yang dilakukan PT.

"Koperasi juga memiliki nilai tambah, koperasi bisa memiliki PT namun PT tidak bisa memiliki koperasi. Di dalam perusahaan, koperasi karyawan tidak dapat dinyatakan milik perusahaan, melainkan milik karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut," jelasnya.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menarik minat kaum milenial terhadap koperasi. Salah satunya melalui pendirian koperasi mahasiswa di tingkat perguruan tinggi. Namun, upaya tersebut dinilai hanya sebagai pembelajaran.

"Yang kita inginkan, koperasi berkembang seperti perusahaan dengan badan usaha lain. Bisa kok koperasi. Seperti kita lihat ada Kospin Jasa yang sudah melantai di bursa efek Indonesia," pungkasnya.

Komentar

Media Lainnya

Hi!👋
Linda (Link UMKM Digital Assistant)
Chat via WhatsApp disini !

x