Pelaku IKM Didorong Kembangkan Kopi Khusus
Minggu, 21 Oktober 2018 | 14:30 WIB

Brilian - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pertumbuhan industri pengolahan kopi di dalam negeri, termasuk skala industri kecil dan menengah (IKM). Untuk merealisasikannya, beberapa langkah strategis telah dilakukan, antara lain memfasilitasi bantuan peralatan produksi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta promosi melalui kegiatan pameran di dalam dan luar negeri.
“Upaya-upaya tersebut untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk sektor IKM agar mampu kompetitif di pasar domestik hingga internasional,” ujar Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih.
Kemenperin memfasilitasi empat IKM pengolahan kopi berpartisipasi pada pameran Hari Kopi Internasional, pekan lalu, Empat IKM kopi tersebut berasal dari Kabupaten Gowa dan Kota Makassar.
“Kami memfasilitasi melalui open booth yang dilengkapi dengan coffee bar corner termasuk peralatan dan barista untuk penyajian kopi, serta ruang untuk menikmati kopi bagi para pengunjung,” ungkapnya.
Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia cocok untuk budidaya kopi. Karenanya, pembudidayaan dan pengelolaan specialty coffee Indonesia merupakan langkah strategis yang harus terus dikembangkan.
“Saat ini, Indonesia sudah banyak memiliki jenis specialty coffee yang tidak ada di negara lain,” jelasnya.
Istilah specialty coffee merujuk pada kopi yang memiliki cupping test score di atas 80 poin. Penilaian ini berdasarkan aroma dan rasa yang khas dan istimewa di atas kopi rata-rata pada umumnya.
Pengembangan kopi khusus tersebut juga dapat dilakukan pelaku IKM, asalkan mampu menjaga kualitas bahan baku dan proses pengolahannya.
“Hal-hal inilah yang menjadi kekuatan yang perlu dimanfaatkan bagi para pelaku IKM untuk terus meningkatkan produktivitas dan daya saing mereka dalam industri pengolahan kopi,” katanya.
Data Kemenperin menyebutkan pada tahun 2017, produksi kopi di Indonesia mencapai 637,5 ribu ton. Sementara ekspor produk kopi olahan nasional terus meningkat setiap tahunnya yakni mencapai 467.790 ton atau senilai 1,19 miliar dolar AS pada tahun 2017. Negara tujuannya antara lain Amerika Serikat, Jerman, Italia, Jepang, dan Malaysia.
Kemenperin memproyeksi, pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata 7 persen per tahun. Ini didorong pertumbuhan masyarakat kelas menengah dan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia.


