Kemenkop Perkenalkan PLUT KUMKM Kepada Masyarakat Sumbar

Selasa, 25 Juli 2017 | 10:00 WIB

Deputi Bid. Restrukturisasi Usaha Kemenkop Yuana Sutyowati. (Foto: kemenkop.go.id)

Brilian -  Kementerian Koperasi dan UKM memperkenalkan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM kepada masyarakat di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

"Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada stakeholder yang menangani pembinaan koperasi dan UMKM," kata Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Dalam acara hasil kerja sama dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lima Puluh Kota, Yuana mengatakan ada beberapa hal yang ingin dicapai dalam program PLUT-KUMKM.

Sejumlah target itu diantaranya sebagai lembaga mediasi bagi pengembangan KUMKM yang mencakup peningkatan kinerja produksi, kinerja pemasaran, akses ke pembiayaan, pengembangan SDM, serta kinerja kelembagaan dalam rangka meningkatkan daya saing KUMKM.

"Selain juga untuk mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian KUMKM melalui penyediaan jasa non-finansial yang menyeluruh, terintegritas, dan bersifat stimulus," kata Yuana.

Kemudian, lanjut Yuana, PLUT KUMKM juga sebagai mediasi bagi KUMKM dalam membangun hubungan dengan pemangku kepentingan lainnya.

Yuana menambahkan, PLUT KUMKM juga diharapkan sebagai program terobosan menjadi suatu sistem yang di dalamnya menyinergikan pemangku kepentingan.

"Dengan begitu pembangunan gedung ini dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat," kata Yuana.

Ke depan, kata Yuana, PLUT KUMKM diarahkan pada lima layanan yakni pertama, Bidang Kelembagaan, yang meliputi pembentukan dan pemantapan kelembagaan koperasi dan UMKM, fasilitasi legalitas, penguatan sentra UKM/Klaster/Kawasan, pendataan, pendaftaran dan perizinan KUMKM, serta advokasi perlindungan KUMKM.

Kedua, Bidang Sumber Daya Manusia, pelatihan perkoperasian, kewirausahaan dan magang.

Ketiga, Bidang Produksi meliputi akses bahan baku, pengembangan produk (peningkatan kualitas, desain, merek dan kemasan), diversifikasi produk, standarisasi, sertifikasi produk, dan aplikasi teknologi.

Keempat, Bidang Pembiayaan meliputi penyusunan rencana bisnis proposal usaha, fasilitasi dan mediasi kelembagaan keuangan bank dan nonbank, pengelolaan keuangan, dan advokasi permodalan.

"Kelima, Bidang Pemasaran meliputi informasi pasar, promosi, peningkatan akses pasar, pengembangann jaringan pemasaran dan kemitraan, pemanfaatan IT (e-commerce), serta pengembangan data base yang terkait pengembangan KUMKM," kata Yuana.

Tercatat sejak 2013 hingga sekarang, Kemenkop telah membangun 50 PLUT KUMKM melalui dana Tugas Pembantuan dan satu PLUT-KUMKM Mandiri yang tersebar di 24 Provinsi/DI dan 27 Kabupaten/Kota.

"Kabupaten Lima Puluh Kota menjadi salah satu dari dua lokasi yang akan dibangun gedung PLUT KUMKM Tahun Anggaran 2017 melalui dana Tugas Pembantuan APBN Kementerian Koperasi dan UKM," kata Yuana.

Sedangkan satu lokasi lainnya adalah Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.

"Pemilihan Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai penerima program PLUT KUMKM didasarkan pada peta penyebaran PLUT KUMKM bahwa Provinsi Sumatera Barat belum pernah menerima program PLUT-KUMKM," kata Yuana.

Dalam rangka penyelenggaraan Program PLUT KUMKM dan untuk solusi terhadap kebutuhan Program Pendampingan KUMKM di daerah, Yuana mencanangkan Program PLUT KUMKM Mandiri yang merupakan replikasi program secara swadaya dari Pemerintah Provinsi/DI/Kabupaten/Kota dengan menggunakan sarana dan prasarana (aset gedung) yang tersedia milik Pemerintah Provinsi/DI/Kabupaten/Kota akan difungsikan sebagai PLUT-KUMKM.

Sumber: Antara

Komentar

Media Lainnya

Hi!👋
Linda (Link UMKM Digital Assistant)
Chat via WhatsApp disini !

x