Mau Negara Maju? Gubernur Jatim: Dukung Koperasi dan UMKM

Selasa, 25 Juli 2017 | 10:30 WIB

Gubernur Jatim, Soekarwo (berpeci) dan Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga (kiri), saat Peringatan Hari Koperasi ke-70 Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 di GOR Lembu Peteng Kabupaten Tulungagung, Jumat (21/7). (Foto: jatimprov.go.id)

Brilian -  Gubernur Jawa Timur Soekarwo menegaskan pentingnya mendorong dan menguatkan peran koperasi dan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) demi menghadapi liberalisasi dan perdagangan bebas di tingkat regional kawasan ASEAN maupun internasional.

"Pilihan kita, memberikan keseimbangan dalam pasar global, dengan pemerintahnya membela yang kecil sehingga dapat berkembang dan memiliki daya beli," kata Gubernur Jatim Soekarwo saat memberi sambutan dalam Peringatan Hari Koperasi ke-70 Provinsi Jawa Timur di GOR Lembu Peteng kabupaten Tulungagung, Jumat.

Menurut Soekarwo, pada saat semua berpikiran usaha efisien adalah pemenang, maka usaha yang kecil kalah karena usaha kecil kurang efisien.

Krisis sekarang disebabkan kegagalan dari prinsip efisiensi liberalisasi, yang menjadikan usaha kecil mati atau tidak dapat berkembang, ujarnya.

"Kalau ingin negara maju, jangan biarkan koperasi dan UMKM kalah dengan perusahaan-perusahaan multinasional," kata Pakde Karwo, sapaan karib Gubernur Jatim itu.

Untuk itu, Pakde Karwo menegaskan bahwa Pemprov Jatim berkomitmen terhadap pemihakkan kepada koperasi dan UMKM.

Dalam hal ini, lanjut dia, Pemprov Jatim melalui program "APBD untuk Rakyat" terus fokus pada pengembangan dan penguatan sektor usaha mikro, kecil dan menengah, serta perkoperasian.

Di hadapan Menteri Koperasi dan UKM, Pakde Karwo melaporkan, komitmen Pemprov Jatim ini membuahkan hasil pada koperasi dan UMKM.

Koperasi dan UMKM di Jatim telah berkontribusi sebanyak Rp1.020 triliun atau kontribusi 54,98 persen pada PDRB Jatim.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM A.A. Gde Ngurah Puspayoga mengatakan, pihaknya telah membuat program untuk koperasi dan umkm yang tidak terjaring oleh kredit usaha rakyat (KUR).

Kepada koperasi dan UMKM tersebut diberikan maksimal pinjaman Rp10 juta.

Selain itu, Kemenkop UKM telah melakukan pendataan terhadap koperasi yang ada di Indonesia.

Menteri Puspayoga mengatakan, hingga saat ini sudah dibubarkan 43 ribu koperasi yang sebagian besar diakibatkan permasalahan manajemen.

Selain itu, terdapat 76 unit koperasi yang sakit dan 76.000 unit koperasi yang sehat.

Melihat hal ini, Menkop dan UKM berpesan kepada jajaran instansi yang menangani koperasi dan UMKM untuk membina koperasi yang sakit dan tidak membuat banyak koperasi.

"Lebih baik membina koperasi yang sakit agar sehat kembali. Ke depan tidak ada lagi koperasi yang sehat dan sakit. Kalau tidak bisa dibina, maka dibubarkan," ujarnya.

Menurut Menkop UKM, yang terpenting koperasi semakin hari jumlahnya makin banyak anggota, dan makin berkualitas, sehingga bisa menyumbangkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Sumber: Antara

Komentar

Media Lainnya

Hi!👋
Linda (Link UMKM Digital Assistant)
Chat via WhatsApp disini !

x