Begini Cara Menghitung Kebutuhan Saat Pensiun

Selasa, 6 Februari 2018 | 09:43 WIB

Ilustrasi Investasi/probisnis

Brilian -  Apakah Anda sebelumnya sudah pernah mencoba untuk menghitung berapa kebutuhan bulanan untuk hidup Anda dan keluarga pada saat pensiun nanti? Jika belum pernah, tidak ada salahnya setelah Anda membaca artikel ini Anda mencoba untuk menghitung kebutuhan saat pensiun.

Salah satu manfaat apabila Anda mengetahui berapa perkiraan jumlah kebutuhan hidup bulanan saat pensiun adalah untuk dibandingkan dengan hasil investasi dana pensiun Anda saat ini. Apakah jumlahnya sudah mencukupi, mendekati, atau bahkan masih jauh dari target?

Dengan demikian kita akan dapat menentukan apakah kita perlu menambah jumlah investasi atau dapat mengalihkan porsi investasi dana pensiun ke tujuan keuangan lain yang juga menjadi prioritas.

Rata-rata kebutuhan bulanan pensiun di Indonesia saat ini adalah sekitar 75-80% dari penghasilan terakhir sebelum pensiun. Namun tidak semua dari Anda mengetahui berapa penghasilan terakhir nanti sebelum pensiun bukan?

Mengutik detik, terkecuali Anda saat ini sudah mendekati masa pensiun, sepertinya gaji terakhir tidak akan terlalu jauh jumlahnya dengan gaji saat ini.

Untuk Anda yang masih memiliki waktu pensiun yang lama, ada satu cara lain untuk mengetahui berapa jumlah kebutuhan pensiun bulanan Anda. Yaitu dengan menggunakan pendekatan dari jumlah pengeluaran saat ini.

Caranya adalah dengan menghitung dari berapa kebutuhan pokok untuk hidup saja. Seperti belanja untuk keperluan dapur sehari-hari, transportasi, biaya kesehatan, biaya perawatan rumah, perawatan kendaraan dan biaya-biaya lain yang Anda anggap masih dikeluarkan pada saat pensiun nanti.

Bagaimana dengan biaya pendidikan anak? Untuk biaya pendidikan anak tidak perlu dimasukkan, karena asumsinya pada saat Anda pensiun nanti anak-anak sudah besar dan sudah tidak sekolah, sehingga tidak ada lagi biaya pendidikan yang dikeluarkan.

Mungkin masih ada satu anak bungsu Anda yang masih kuliah, namun seharusnya untuk masalah biaya pendidikannya sudah Anda siapkan sebelum Anda pensiun. Demikian pula dengan cicilan utang.

Seluruh utang diasumsikan sudah lunas. Biasanya lembaga pemberi utang juga sudah mempertimbangkan usia pensiun Anda. Untuk utang yang berasal dari kantor Anda bekerja, biasanya akan dilunasi dengan menggunakan uang hari tua Anda.

Langkah selanjutnya setelah Anda menghitung seluruh kebutuhan pokok Anda dengan nilai pengeluaran saat ini, cobalah hitung dengan menggunakan rumus future value untuk menemukan berapa jumlah kebutuhan bulanan Anda saat pensiun nanti.

Hitunglah future value pengeluaran saat ini dengan rumus n sama dengan berapa tahun lagi Anda akan pensiun. Itulah kebutuhan bulanan Anda nanti saat pensiun.

Usahakan sedini mungkin untuk membentuk dana pensiun Anda, karena dana pensiun cukup besar jumlahnya. Artinya dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membentuk dana tersebut, kecuali gaji Anda jumlahnya sangat besar saat ini.

Investasikan paling tidak 5-10% dari penghasilan bulanan Anda saat ini untuk dana pensiun. Namun apabila Anda sudah mendekati usia pensiun sebentar lagi, jumlah ini bisa Anda gandakan hingga 20% dari penghasilan Anda.

Jika Anda sudah mendapatkan dana pensiun dari kantor saat ini, cobalah cek apakah jumlah dana investasi yang terbentuk nanti sudah cukup atau masih kurang dengan kebutuhan Anda. Apabila tenyata jumlahnya cukup, maka Anda bisa mengalihkan dana investasi Anda ke tujuan lain.

Namun jika jumlahnya kurang, maka segeralah menambah jumlah iuran dana pensiun di kantor Anda, atau ambil dana pensiun di lembaga keuangan lain secara mandiri.

Menghitung kebutuhan pensiun dan mempersiapkan dana pensiun bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan keahlian dan keterampilan khusus. Salah dalam menghitung mengakibatkan anda tidak bisa pensiun atau pensiun tanpa rasa nyaman sesuatu keinginan.

Komentar

Media Lainnya

Hi!👋
Linda (Link UMKM Digital Assistant)
Chat via WhatsApp disini !

x