Dahsyat! Koperasi & UMKM Expo Catatkan Transaksi Rp5,7 Miliar

Selasa, 1 Agustus 2017 | 09:00 WIB

Sejumlah perajin UMKM dan koperasi meramaikan arena acara "Koperasi & UMKM Expo" yang berlangsung di Surabaya pada 26-30 Juli 2017. Dari acara ini, berhasil dicatatkan transaksi sebesar Rp5,7 miliar. (Foto: istimewa)

Brilian -  Ajang Koperasi UMKM Expo 2017 yang digelar selama lima hari 26-30 Juli 2017 di Grand City Convex Surabaya memecahkan transaksi sebesar Rp 5,676 miliar dan dikunjungi 29.859 orang. 

"Itu data transaksi dan jumlah pengunjung hingga siang. Kalau sampai penutupan pukul 22.00 malam, saya prediksi akan mencapai target transaksi tahun ini sebesar Rp 5,7 miliar dan jumlah pengunjung 30 ribu orang," tegas Kadiskop UKM Provinsi Jatim Mas Purnomo Hadi didampingi Kabid Pemasaran Achmad Basuki kepada wartawan saat penutupan Koperasi dan UMKM Expo 2017 dalam rangka peringatan Hari Koperasi ke-70.

Sebagai gambaran, expo tahun 2016 lalu dikunjungi sebanyak 27.000 orang pengunjung dengan realisasi transaksi sebesar Rp 5,4 miliar. 

"Kami bukan hanya mengejar omzet transaksi, tapi tindak lanjut dari expo ini yang saya harapkan. Kami harap para buyer luar negeri bisa bertransaksi terus dengan UMKM Jatim. Tahun depan diharapkan bisa lebih meriah dan banyak dikunjungi buyer dalam dan luar negeri," tuturnya. 

Dengan suksesnya pelaksanaan Koperasi dan UMKM Expo tahun ini, pihaknya akan mematok target lebih tinggi lagi pada Koperasi dan UMKM Expo tahun 2018. 

Ia berharap lebih banyak lagi pelaku koperasi dan UMKM yang berpartisipasi. "Saya berharap tahun depan lebih banyak lagi koperasi dan UMKM yang berpartisipasi. Agar pemerintah dan masyarakat luas lebih dapat mengenal dan menggali potensi keunggulan produk-produk koperasi dan UMKM," katanya. 

Mantan Kepala Biro Administrasi Perekonomian Setdaprov Jatim ini berjanji, Koperasi dan UMKM Expo akan digelar setiap tahun agar menjadi referensi para buyer dan investor lokal maupun internasional. Selanjutnya bersinergi untuk mengembangkan skala koperasi dan UMKM di Jatim.

"Kami berharap tahun depan semakin beragam produk unggulan daerah berkualitas ekspor, sehingga mampu menarik minta buyer nasional dan internasional untuk bermitra dengan koperasi dan UMKM Jatim dan provinsi yang tergabung dalam Mitra Praja Utama," ujarnya. 

Satu bulan setelah pelaksanaan expo ini, jelas Purnomo, akan dilakukan evaluasi terhadap perkembangan 228 peserta Koperasi dan UMKM Expo yang ikut pameran. Evaluasi meliputi sisi perkembangan omzet, permintaan produk hingga peningkatan tenaga kerja. "Evaluasi ini penting, karena kami ingin tahu setelah mereka mengikuti expo selama lima hari ini berdampak positif atau tidak terhadap UMKM yang ikut," imbuhnya. 

Jika hasil evaluasi tidak menggembirakan, lanjutnya, akan dilihat kekurangannya. Apakah dari sisi produknya yang tidak bagus, kemasannya yang tidak menarik atau kurang memenuhi standar. "Nanti akan kami dorong supaya berubah. Sebab ke depan kami ingin mengutamakan kualitas. Baik lembaganya, SDM-nya ataupun produknya. Sehingga produk Jatim siap bersaing di manca negara dan mampu bersaing di pasar global," tukasnya.

Menurut dia, koperasi dan UMKM tidak dapat terlepas dari aktivitas di sektor perdagangan. Pada triwulan pertama 2016, sektor perdagangan berkonstribusi sebesar 18,12 persen terhadap PDRB atau Rp 78,94 triliun. Sedangkan pada 2017 menjadi 17,94 persen atau Rp 86,18 triliun.

Selama ini, lanjutnya, koperasi dan UMKM masih mengalami kesulitan dalam mengakses pembiayaan bagi pengembangan usaha. Sebab tingkat literasi finansial masyarakat Jatim masih sangat rendah.

Dari survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) indeks literasi keuangan masyarakat Jatim adalah 35,58 persen. Angka ini menduduki peringkat ketujuh di Indonesia setelah DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten, Bali dan Kepulauan Riau.

"Untuk itu, Bank BRI membuat sebuah inovasi dalam sistem transaksi jual beli secara cashless atau non tunai dalam penyelenggaraan pameran ini. Program ini bertujuan mengedukasi dan meningkatkan literasi finansial dan indeks inklusi keuangan koperasi, UMKM dan masyarakat luas agar semakin dekat dengan teknologi perbankan dan siap bersaing di pasar global," pungkasnya. 

Sumber: beritajatim.com

Komentar

Media Lainnya

Hi!👋
Linda (Link UMKM Digital Assistant)
Chat via WhatsApp disini !

x